Gubernur Mahyeldi Gandeng Danantara dan BUMN, Dorong Percepatan Investasi dan Infrastruktur Strategis di Sumbar

4 hours ago 7
RAKOR BERSAMA COO DANANTARA—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama para bupati dan wali kota se-Sumbar ikuti rapat koordinasi dengan COO Danantara

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama para bupati dan wali kota se-Sumbar melakukan rapat koordinasi dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oska­ria, di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu (15/4). Pertemuan ini difokuskan pada percepatan investasi dan penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam rapat tersebut, Dony Os­karia menegaskan pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat dipengaruhi oleh tingkat investasi yang masuk. Oleh karena itu, perlu upaya konkrit dari Peme­rintah Daerah untuk menarik minat para investor agar mereka tertarik me­nanamkan modalnya di Sumbar, terutama pada sektor-sektor produktif. “Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regio­nal. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.

Menurut Dony, investasi yang didorong harus bersifat padat karya agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar padat modal. Untuk itu, pemerintah daerah dituntut lebih proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi daerah, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar, agar manfaat ekonominya tidak keluar dari daerah. “Investasi tidak cukup ha­nya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka la­pangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menambah penerimaan daerah,” jelasnya.

Dony menambahkan, Sumbar memiliki berbagai potensi sektor produktif yang dapat ditawarkan kepada investor, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur stra­tegis.

Di sektor infrastruktur, ia juga mendorong percepatan pembangunan pro­yek strategis nasional di Sumbar. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor kunci masuknya investasi.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan harapan dan permohonan dukungan kepada Danan­tara dan BP BUMN dalam mempercepat realisasi investasi serta pemba­ngunan infrastruktur stra­tegis di Sumbar. Mahyeldi menjelaskan, Pemerintah Provinsi telah memetakan potensi dan menetapkan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan.

Beberapa program strategis yang menurutnya telah berprogres an­tara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pemba­ngunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.

“Sementara itu, pe­ngembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih me­ngalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah. Untuk percepatannya, kami membutuhkan dukungan dari Danantara,” ungkap Mahyeldi.

Adapun program yang masih dalam tahap perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar Hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh. “Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan eko­nomi Sumbar akan sema­kin positif,” ujarnya. (fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |