Job Fair Pasaman 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Pencari Kerja Padati GOR Tuanku Rao

12 hours ago 15

Beranda METRO SUMBAR Job Fair Pasaman 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Pencari Kerja Padati GOR Tuanku Rao

METRO SUMBAR

JOB FAIR PASMAAN 2026— Bupati Pasaman Welly Suhery membuka secara resmi Job Fair Pasaman 2026 di GOR Tuanku Rao, Rabu pagi (20/5). Ribuan pencari kerja antusias memadati lokasi dan melakukan pendaftaran pada stand-stand perusahaan yang ada di kegiatan job fair tersebut.

PASAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi membuka Job Fair Pasaman 2026 di GOR Tuanku Rao, Rabu pagi (20/5). Ribuan pencari kerja antusias memadati lokasi dan melakukan pen­daf­taran pada stand-stand perusahaan yang ada di kegiatan job fair tersebut. Seperti diketahui, kegiatan itu merupakan komitmen Pemkab Pasaman dalam mempercepat penciptaan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di daerah.

Job Fair merupakan yang perdana digelar Pem­kab Pasaman dan bagian dari Program Unggulan Pasaman Bangkit yang me­nar­getkan percepatan pen­­ciptaan 1.000 lapangan ker­­ja baru.   Program ini sekaligus mendukung visi pembangunan daerah da­lam RPJMD Kabupaten Pa­sa­man 2025–2029, yakni “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”.

Sebanyak 20 perusahaan dari dalam dan luar negeri hadir membuka peluang kerja di berbagai sektor industri dan jasa. Ribuan pencari kerja tampak memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.  Acara pembukaan dihadiri perwakilan Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, BPVP Padang, BP3MI, Kadin Sumbar, unsur dunia usaha dan industri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kajari Pasaman Hendi Arifin dan Ka­pol­res Pasaman AKBP Agus Hidayat.

Bupati Pasaman Welly Suhery secara resmi membuka kegiatan tersebut yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan sejumlah perusahaan mitra.  Dalam sambutannya, Welly menegaskan bahwa kebangkitan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari ke­mam­­puan masyarakat mem­­­peroleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.  “Kebangkitan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari infrastrukturnya. Kebangkitan yang sesungguhnya dimulai ketika ma­syarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan keterampilan,” ujar Welly.

Menurutnya, Job Fair Pasaman 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun ekosistem kete­na­ga­ker­jaan yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman. “Melalui job fair ini kita ingin melahirkan tenaga kerja produktif dan mendorong generasi mu­da Pasaman mampu bersaing di dunia kerja,” katanya.  Welly menambahkan, program penciptaan 1.000 lapangan kerja tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan semata. Me­nurut dia, program tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ke­kua­tan ekonomi daerah. “Program 1.000 lapangan kerja ini harus menjadi gerakan nyata. Ini adalah da­sar dalam membangun Ka­­bu­­paten Pasaman,” tegas­­nya.

Selain membuka bursa kerja, Pemkab Pasaman juga memperkuat pengembangan UMKM dan ke­wi­ra­usahaan, memperluas ko­la­borasi dengan dunia usa­ha, hingga mendorong pe­ningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan, mengatakan lebih dari 2.000 lowongan kerja disediakan dalam kegiatan tersebut. Lowongan diperuntukkan bagi lulusan SLTA hingga sarjana (S1), baik fresh graduate maupun tenaga kerja berpengalaman usia 18–35 tahun. “Job Fair Pasaman 2026 menjadi langkah konkret mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mempertemukan pencari kerja de­ngan dunia usaha dan industri secara langsung,” kata Ariswan.

Ia mengungkapkan, hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 1.503 pencari kerja telah mendaftar me­lalui sistem daring. Dari total peserta yang melamar, sekitar 70 persen memilih bekerja di dalam negeri, sementara sisanya berminat bekerja ke luar negeri.

Menurut Ariswan, jumlah pencari kerja yang tercatat di Kabupaten Pasaman saat ini mencapai sekitar 5.000 orang. Namun, baru sekitar 1.500 orang yang telah mendaftar da­lam job fair tersebut dan jumlah itu diperkirakan terus bertambah. “Ini merupakan job fair perdana yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.  Ariswan menjelaskan, upaya penurunan angka pengangguran di Pasaman tidak hanya dilakukan me­lalui job fair. Pemkab juga menjalankan berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi, penguatan UMKM, pengembangan kewirausahaan, hingga program magang luar negeri.  Sepanjang 2026, Pemkab Pasaman telah melaksanakan 16 paket pelatihan tenaga kerja ber­basis kompetensi untuk 256 peserta melalui dukungan BPVP Padang. Selain itu, pemerintah daerah juga mengembangkan Batik Equator Pasaman, mem­bentuk Forum Komuni­kasi UMKM Kabupaten Pasaman, serta membuka program magang dan kerja ke Jepang, Turki, Jerman, dan Malaysia.  Berbagai program padat karya dan pemberdayaan ekonomi nagari juga terus didorong sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan mem­perkuat ekonomi ma­sya­­rakat secara berkelan­ju­tan.(ped/rel)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |