MOROWALI, Sulawesi Tengah - Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dengan memberikan kesempatan setara bagi seluruh karyawan, termasuk perempuan. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung kesetaraan gender, pengembangan kompetensi, serta penyediaan fasilitas penunjang di kawasan industri.
Berdasarkan data Departemen Human Resources (HR) PT IMIP per 7 Maret 2026, jumlah tenaga kerja Indonesia di kawasan tersebut mencapai 90.923 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 7.557 orang atau sekitar 8, 31 persen merupakan karyawan perempuan, sedangkan 83.366 orang atau 91, 69 persen adalah laki-laki.
Data ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di kawasan industri berbasis nikel tersebut terus meningkat, seiring kebutuhan tenaga kerja profesional di berbagai sektor manufaktur.
Karyawan perempuan di IMIP tidak hanya berperan di bidang administratif, tetapi juga mulai mengisi posisi teknis dan strategis. Dari total 7.557 karyawan perempuan, sebanyak 639 orang atau sekitar 8, 25 persen telah menduduki posisi penting, mulai dari wakil foreman, foreman, asisten supervisor, wakil supervisor, supervisor, hingga level wakil manajer dan manajer.
HR Head PT IMIP, Achmanto Mendatu, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan di kawasan IMIP membuka peluang luas bagi perempuan untuk berkarier di berbagai bidang, termasuk pekerjaan teknis yang selama ini identik dengan laki-laki.
Salah satu contohnya adalah operator hoist crane, yaitu alat berat untuk memindahkan produk logam di area produksi. Data HR PT IMIP per Maret 2026 mencatat terdapat 280 karyawan perempuan yang bekerja sebagai operator hoist crane dari total 1.684 operator di kawasan tersebut.

“Banyak juga dari operator hoist crane perempuan yang sebenarnya berlatar belakang pendidikan kebidanan. Namun, setelah direkrut dan ditempatkan, mereka mendapatkan pembinaan serta pelatihan agar mampu menjalankan pekerjaan teknis dengan baik, ” ujar Mendatu, Rabu (8/4/2026).
Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi, karyawan di bidang teknis mendapatkan berbagai program pelatihan profesional, seperti pelatihan pengoperasian hoist crane kelas dua, pengoperasian tanur (furnace) kelas dua, ahli K3 umum, teknisi K3 deteksi gas, hingga pelatihan petugas penyelamat (rescue) di ruang terbatas.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk memastikan setiap karyawan memiliki kompetensi dan standar keselamatan yang memadai sesuai karakteristik industri, sekaligus mencetak tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing secara global.
Selain membuka peluang karier, IMIP juga berupaya membangun lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan, termasuk perempuan. Berbagai kebijakan ketenagakerjaan diterapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan guna melindungi hak dan kesejahteraan pekerja.
Sejumlah fasilitas penunjang juga disediakan bagi karyawati, seperti layanan kesehatan, ruang istirahat, serta sarana transportasi di dalam kawasan industri. Bahkan, IMIP menyediakan layanan penjemputan dan mobil khusus bagi karyawati hamil guna mendukung kenyamanan dan keselamatan saat bekerja.
“IMIP berkomitmen terus memberikan kesempatan yang sama bagi semua pekerja dalam lingkungan kerja yang inklusif, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pertumbuhan industri, ” tegas Mendatu.
Dengan berbagai upaya tersebut, IMIP tidak hanya mendorong kesetaraan gender, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan mampu berkontribusi dan bersaing di berbagai sektor industri, termasuk pada posisi strategis hingga level manajerial.

1 week ago
2

















































