Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Pemadaman Listrik Bukan Akibat Kekurangan Batu Bara

8 hours ago 3

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah isu yang beredar mengenai penyebab pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Ia menegaskan bahwa pemadaman tersebut bukanlah akibat dari kekurangan pasokan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN. Menurutnya, perusahaan-perusahaan batu bara nasional telah memenuhi alokasi bahan bakar sesuai kebutuhan PLN.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara PLN sendiri mencapai 154 juta ton. Dalam konteks ini, Kementerian ESDM telah memberikan penugasan kepada perusahaan batu bara nasional sebesar 180 hingga 190 juta ton, di mana 134 juta ton di antaranya sudah terkontrak. "Artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan. Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Mineral dan Batubara. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN, " ujar Bahlil, Minggu (21/6/2026).

Menyadari adanya ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman listrik bergilir tersebut, Bahlil mendesak PLN untuk segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif. Tujuannya adalah untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan memastikan kenyamanan pelanggan kembali terjaga.

"Saya mendengar informasi ada beberapa daerah terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman. Dengan kata lain segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semuanya ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN, " ucap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan pentingnya PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional mereka. Ia meyakini bahwa langkah mitigasi yang tepat akan menjadi kunci untuk mengatasi gangguan kelistrikan yang dirasakan masyarakat. "Tadi saya juga sudah berbicara sama Pak Dirut. Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk didalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat. Yang mengoperasikan listrik itu bukan Dirjen Listrik, bukan ya. Bukan kita. Kita regulasinya sementara yang melaksanakan kegiatan adalah PLN, " tuturnya.

Ia juga mengkonfirmasi bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN untuk mendorong percepatan dan ketegasan dalam realisasi solusi.

"Tadi saya sampai di jalan juga saya bicara sama Pak Dirut. Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah mitigasi yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat. Pemerintah sudah tegas tinggal PLN segera merealaisasikannya, " imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, sempat menyampaikan kabar baik mengenai aliran batu bara yang mulai kembali lancar ke sejumlah PLTU di Pulau Jawa. Kepastian ini datang setelah adanya kelangkaan stok yang sempat berdampak pada pasokan listrik. Stok batu bara tersebut diperoleh berkat dukungan dari Kementerian ESDM, dan Darmawan pun menyampaikan apresiasinya kepada para pemasok yang telah menerima penugasan pemerintah.

Darmawan menambahkan bahwa PLN tengah mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara kalori menengah untuk mempercepat pemulihan pasokan.

"Saat ini, proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero pulau Jawa, " kata Darmawan saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat (20/6/2026) malam. (PERS)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |