Mayat Pria Paruh Baya Mengapung di Batang Agam, Keluarga Tolak Autopsi

18 hours ago 12
MAYAT— Warga mengevakuasi mayat yang hanyut di aliran Sungai Batang Agam, di Kenagarian Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METROWarga Jorong Sawah Laweh, Kenagarian Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima­puluh Kota, digegerkan dengan penemuan  mayat laki-laki yang mengapung terbawa arus di aliran Sungai Batang Agam, Minggu (12/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Ari Yusman (55), warga Jorong Bumbuang, Kenagarian Situjuah Batur, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Penemuan ter­se­but pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian melaporkan ke­ja­dian itu kepada pihak ke­polisian.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Reskrim Polres Lima­puluh Kota, Iptu Andrio Surya Putra Siregar, mem­bena­rkan adanya pene­muan mayat tersebut.

Ia mengatakan, setelah menerima laporan, tim dari Unit Identifikasi bersama personel Sabhara (Pa­map­ta) langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tem­pat kejadian perkara (TKP).

“Benar, kami me­ne­ri­ma laporan adanya penemuan mayat diduga korban hanyut di aliran Sungai Batang Agam. Tim langsung turun ke lokasi untuk me­lakukan olah TKP serta mengamankan situasi di sekitar lokasi,” ujar Iptu Andrio.

Setelah dilakukan olah TKP, kata Iptu Andrio, je­nazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Payakumbuh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.

Namun, berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka pada bagian siku kiri yang diduga akibat gigitan hewan liar, seperti biawak.

“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pa­da tubuh korban. Luka pada bagian siku kiri di­duga akibat dimakan he­wan, kemungkinan bia­wak,­” jelasnya.

Lebih lanjut, Iptu Andrio menyebutkan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

“Kami mengimbau ma­sya­rakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di musim dengan debit air yang tidak menentu, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Situjuah Tungka, Yusrizal menyebut penemuan jasad dengan identitas pria di Sungai Batang Agam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota berawal dari laporan warga.

“Tadi masyarakat menghubungi lewat telepon, ada penemuan mayat di Sungai Batang Agam. Kita sudah kontak Jorong Sa­wah Laweh, Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Situjuah Limo Nagari,” ungkapnya kepada wartawan.

Yusrizal mengatakan, masyarakat tersebut mem­­berikan informasi kepada dirinya sekira pukul 11:00 WIB. Masyarakat tersebut juga mendapatkan informasi dari anak-anak pesantren yang sedang berada di Sungai Batang Agam.

“Saat itu masyarakat bernama Ema, sedang berada di sawah miliknya yang berada di sekitar Sungai Batang Agam, lalu di­beritahu oleh anak pesantren jika ada penemuan mayat yang mengambang. Barulah, masyarakat bernama Ema memberitahu kepada saya lewat telepon. Mayat tersebut untuk sementara waktu diprediksi berumur sekitar 50 an,” tambahnya. (uus)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |