Pemko Payakumbuh Percepat Realisasi Program, Monev Jadi Instrumen Pengendali Kinerja OPD

7 hours ago 9
MONITORING DAN EVALUASI— Pemko Payakumbuh menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) lintas OPD sebagai langkah percepatan realisasi pembangunan tahun 2026.

PAYAKUMBUH, METRO–Pemko Payakumbuh memperkuat pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah melalui rapat monitoring dan evaluasi (monev) lintas OPD sebagai langkah percepatan realisasi pembangunan tahun 2026. Rapat tersebut digelar di Ba­laikota Payakumbuh selama tiga hari, 8–10 April 2026, melibatkan seluruh OPD di bawah koordinasi tiga Asisten Sekretariat Daerah, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejah­teraan Rakyat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum.

Dalam forum tersebut, setiap OPD memaparkan capaian realisasi fisik dan keuangan program hingga akhir Maret 2026. Mereka juga menyampaikan kendala lapangan sekaligus langkah percepatan yang akan ditempuh pada triwulan berikutnya.

Pembahasan monev menitikberatkan pada konsistensi pelaksanaan program, ketepatan waktu kegiatan, serta akurasi penginputan Rencana U­mum Pengadaan (RUP) melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

Selain itu, rapat turut menelaah realisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) dan keterlibatan pe­laku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam pengadaan barang dan jasa. “Seluruh OPD harus segera me­nindaklanjuti hasil evaluasi, mempercepat realisasi kegiatan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejah­teraan Rakyat, Nofriwandi, Saat Monev.

Sementara itu, dari sisi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yasrizal, menekankan pen­tingnya peran aktif OPD dalam mendukung program strategis nasional di daerah.

Ia juga meminta Bagian Perekonomian me­ning­katkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui monitoring SPBU guna mengantisipasi potensi kelangkaan dan gejolak harga. “Kita minta pengawa­san dan pemantauan distribusi BBM di SPBU secara berkala, agar potensi kelangkaan dan gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah pro­gram strategis nasional menjadi perhatian dalam monev tersebut, di an­taranya fasilitasi pembentukan Koperasi Merah Pu­tih, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M­BG), Program Sejuta Rumah, serta penanganan kelangkaan pupuk.

Dilain sisi, program strategis daerah juga men­jadi fokus, meliputi pembangunan dan revita­lisasi pasar, peningkatan layanan RSUD Adnan WD, rencana penyediaan moda transportasi publik ramah lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih humanis.

Saat Monev, Kamis (09/04/2026) Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ifon Satria Can, menyebut mo­nitoring sebagai instrumen penting untuk memastikan efektivitas program sekaligus menjaga akuntabilitas kinerja OPD. “Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan secara terukur, termasuk memastikan ketepatan input data dalam SiRUP agar transparansi pengadaan tetap terjaga,” ucapnya.

Rapat berlangsung dinamis dengan pemba­ha­san berbagai isu strategis, mulai dari kelengkapan administrasi hingga optimalisasi sistem pengadaan berbasis digital.

Melalui monev ini, Pem­ko Payakumbuh menargetkan percepatan realisasi program berjalan lebih terarah, sehingga capaian pembangunan dae­rah tahun 2026 tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Percepatan realisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Seluruh OPD harus bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih terukur agar setiap program se­gera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pung­­kasnya. (uus)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |