Disinyalir Gunakan BBM Bersubsidi, Replanting di Kebun Dosin Patut Diawasi

9 hours ago 5

SIMALUNGUN - Kalangan publik menyoroti sejumlah alat berat, jenis Ekscavator yang saat ini sedang beraktivitas di areal perkebunan tanaman kelapa sawit milik PTPN IV Regional 2 dan menyoal asal usul atau legalitas pasokan bahan bakar minyak untuk operasionalnya.

Informasi diperoleh, perusahaan milik negara ini sedang melaksanakan peremajaan tanaman kelapa sawit, tepatnya di Afdeling 2 dan 3, Kebun Dolok Sinumbah, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Senin (10/08/2026), sekira pukul 10.00 WIB.

"Untuk satu unit Ekscavator membutuhkan BBM sebanyak ± 180 liter s/d 200 liter dan jika 10 unit Excavator beroperasi setiap hari, tentunya hampir 2000 liter BBM yang digunakannya, " ungkap nara sumber.

Kegiatan ini dilaksanakan, pihak vendor setelah melalui sistem elektronik lelang pengadaan barang dan jasa  (E-Procurement; red) dan dalam kontrak, pihak vendor diwajibkan mengalokasikan pasokan BBM jenis industri untuk memenuhi kebutuhan operasional.

"Disinyalir hanya satu kali order BBM industri tersebut dipasok dan ditempatkan pada wadah mini tank di lokasi perkantoran Afdeling 2, " sebut nara sumber.

Berdasarkan regulasinya, alat berat komersial atau industri dilarang keras menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti jenis Biosolar dan praktik penyalahgunaan BBM ini melanggar aturan hukum yang berisiko sanksi pidana berat.

"Sepatutnya operasional alat berat yang beraktivitas di areal Afdeling 2 dan 3 Kebun Dolok Sinumbah tersebut diawasi dalam hal penggunaan BBMnya, " tegas nara sumber mengakhiri.

Sementara, pihak vendor yang melaksanakan kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit di areal Kebun Dolok Sinumbah hingga saat rilis berita ini dilansir ke publik belum merespon dan belum menanggapi pesan tertulis yang dikirimkan awak media ini.

Terpisah, E Nasution selalu Manajer Kebun dan PKS Dolok Sinumbah saat dikonfirmasi terkait pasokan BBM tersebut melalui pesan percakapan selularnya, belum merespon dan tidak menanggapi hingga rilis berita ini dilansir ke publik.

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |