Pengurus METI Sumbar Dilantik, Gubernur Mahyeldi: Wadah Strategis Pengembangan Energi Baru Terbarukan

20 hours ago 8

PADANG, METRO-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah berharap Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumbar dapat berperan aktif mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Harapan tersebut Mahyeldi disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus METI Wilayah Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat (6/2).

“Selamat kepada Ketua dan Pengurus METI Wilayah Sumatera Barat. Semoga METI menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan membantu pemerintah daerah mencapai target bauran energi dan penurunan emisi,” ujar Mahyeldi.

Dalam momentum tersebut, Dr. Ir. Firman Hidayat, MT dilantik sebagai Ketua Umum dan Muhammad Fauzi, S.I.Kom sebagai Sekretaris Umum METI Wilayah Sumbar. Kepada seluruh pengurus METI yang dilantik, Mahyeldi menyampaikan ucapan selamat.

Mahyeldi menilai kehadiran METI di daerah, wadah strategis yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pengembangan EBT.

Ia menjelaskan, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030, serta komitmen mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Sejalan dengan itu, Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung pemanfaatan energi bersih, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, Sumbar memiliki potensi EBT yang cukup besar. Terutama panas bumi (geothermal) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat bagi pemenuhan kebutuhan energi, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya soal penyediaan energi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ketua Umum METI Pusat, Ir. Zulfan Zahar, ST, MM, menyampaikan Indonesia memiliki potensi EBT sangat besar. Mulai dari energi surya, air, angin, panas bumi, hingga bioenergi. Menurutnya, potensi tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Transisi energi membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat, agar target nasional dapat tercapai,” ujarnya.

Zulfan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar atas dukungannya terhadap pembentukan METI Wilayah Sumbar. Ia berharap METI Sumbar dapat berkontribusi aktif dalam mendorong pengembangan EBT berkelanjutan dan berkeadilan.
Ketua METI Sumbar Dr Ir Firman Hidayat MT menyebutkan, pelantikan ini sebagai hasil penantian dan kerja panjang. “Tiga tahun lalu kami sudah hadir dan menghimpun pegiat EBT di Sumatera Barat. Alhamdulillah, kami berhasil Mengumpuan Nan Taserak,” ucap dia.

Menurut Firman Hidayat, transisi energi tidak bisa dilihat secara sempit. “EBT bukan hanya idealisme lingkungan. Ia juga bicara bisnis, nilai ekonomi, SDGs, dan pengembangan sosial budaya masyarakat,” ujarnya.

Firman menegaskan kesiapan METI Sumbar untuk hadir berdampingan dengan pemerintah daerah, termasuk mengawal kebijakan ruang.

“Ke depan, seluruh RTRW kabupaten/kota hingga provinsi harus mengakomodasi pengembangan EBT. Kami siap menyiapkan kajian pengembangan energi baru terbarukan Sumbar,” tegasnya.

Pelantikan pengurus METI Wilayah Sumbar turut dihadiri jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Pakar METI, pimpinan instansi vertikal, perwakilan BUMN dan badan usaha swasta, serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumbar.(fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |