Wali Kota Pariaman Yota Balad Buka Lomba Bertutur

2 weeks ago 42
METRO PESISIR

LOMBA BERTUTUR— Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka perlombaan bertutur tingkat SD/MI se-Kota Pariaman tahun 2026.

PARIAMAN, METRO–Sebanyak 71 orang peserta ikuti lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kota Pariaman tahun 2026, kemarin, dibuka oleh Walikota Pariaman, Yota Balad yang diwakili Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum II Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nazifah di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pariaman.

Asisten II Setdako Pariaman, Nazifah menyampaikan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang adu bakat dalam bercerita. Kegiatan ini adalah sarana penting untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat literasi anak sejak dini.

“Melalui tutur kata, anak-anak belajar untuk dapat membangun rasa percaya diri tampil di de­pan umum, mengasah kemampuan berkomunikasi secara ekspresif, emahami nilai-nilai moral dan karakter bangsa yang terkandung dalam cerita rakyat maupun sejarah lokal,” ujarnya.

Nazifah menyebutkan kegiatan ini juga dalam rangka mendukung dan menumbuh kembangkan kegemaran membaca serta meningkatkan literasi anak-anak sedini mungkin. “Lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung untuk menanamkan nilai-nilai karakter, cinta budaya lo­kal, dan memperkaya wawasan melalui buku cerita daerah.

Ia juga mengatakan ananda yang mengikuti lomba hari ini adalah generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berani untuk tampil.

“Tampilkanlah kemampuan terbaik ananda. Tidak perlu merasa takut atau gugup, karena setiap cerita yang kalian sampaikan adalah cara kalian mencintai budaya bangsa kita. Ingatlah menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi, namun keberanian untuk berdiri dan bertutur adalah prestasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Pariaman, Ny. Yosnely Balad menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pariaman telah menyelenggarakan kegiatan literasi sebagai bagian dari strategi pembangunan kararkter anak-anak Kota Pariaman yang cerdas, percaya diri dan cinta budaya.

Menurut beliau, lomba bertutur merupakan sebuah gerakan literasi kultural yang menjembatani antara pendidikan, seni bertutur dan penguatan karakter bangsa.

“Kegiatan ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan literasi sebagai investasi strategis dalam menyiapkan SDM yang unggul, kompetitif dan tangguh menghadapi perubahan zaman. Lomba bertutur menjadi sarana krusial untuk menanamkan kecintaan membaca kepada anak-anak secara dini dan melatih kepercayaan diri,” terangnya.

Ia berharap lomba bertutur tidak hanya dilaksanakan dilomba saja, tetapi diharapkan dirumah ananda bisa terapkan kepada adik-adiknya dilingkungan tempat tinggal. “Kepada ananda yang ikut lomba menang atau kalah hal yang biasa, yang kalah jangan bersedih. Kalau me­nang berarti itu prestasi terbaik, kalau belum me­nang itu adalah prestasi yang tertunda, rajinlah belajar lagi untuk bisa ikuti lomba ditahun depan,” harapnya.

Syukri Kepala Dispersip Kota Pariaman di­dampingi Sekretaris Dispersip, Marini Jamal menjelaskan kegiatan lomba betutur dilaksanakan selama tiga hari. “Peserta yang mengi­kuti lomba bertutur adalah perwakilan sekolah mengirim 2 orang peserta siswa kelas 4 dan 5 SD/MI se-Kota Pariaman dengan jumlah peserta sebanyak 71 orang, dengan judul cerita yang dipilih antara lain Malin Kundang, Siti Baheram, Sabai Nan Aluih, Asal-usul Minangkabau dan Nan Tongga Magek Jabang,” ung­kapnya mengakhiri. (efa)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |