BENCANA— Dua kecamatan di Kabupaten Agam diterjang bencana banjir dan longsor.AGAM,METRO— Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Senin siang hingga petang (16/2), mengakibatkan beberapa kecamatan kembali diterjang banjir dan tanah longsor. Wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Palembayan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, hujan deras memicu longsor dan banjir di sejumlah titik yang mengakibatkan akses transportasi terputus serta permukiman warga terendam.
Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor terjadi di ruas jalan provinsi tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material longsor sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi mencapai 1,5 meter menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Selain longsor, banjir juga menggenangi permukiman warga di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa, Nagari Koto Kaciak. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak dan kerugian yang ditimbulkan.
Sementara itu di Kecamatan Palembayan, banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter merendam Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat. Air juga menggenangi ruas jalan nasional sehingga arus lalu lintas untuk sementara waktu tidak dapat dilalui kendaraan.
Tanah longsor turut dilaporkan terjadi di Tonggo Gumarang Nagari Tigo Koto Silungkang. Material longsor menutup akses jalan provinsi dan hingga kini masih dalam proses pendataan terkait volume dan ketinggian material.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari setempat.
“Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan koordinasi guna memastikan dampak serta kebutuhan penanganan darurat di lapangan,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghafur, unsur yang terlibat dalam penanganan awal meliputi BPBD Kabupaten Agam, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan upaya penanganan darurat masih terus dilakukan,” tutupnya.(pry)

18 hours ago
11

















































