Hasto jadi Tersangka KPK, Mahfud: Kalau Dianggap Politik Silakan Dipertanggungjawabkan ke Publik

3 months ago 69

JAKARTA, METRO–Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhu­kam) Mahfud MD me­nang­ga­pi penetapan tersangka terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Mahfud mengingatkan, tidak ada unsur politik da­lam jeratan hukum terha­dap Hasto.

“Kalau itu dianggap politik ya silakan aja dipertanggung jawabkan kepada publik,” kata Mahfud di Jakarta, Kamis (26/12).

Mahfud meminta KPK dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada publik. Ia pun mendesak agar KPK bekerja secara transparan dalam menangani perkara tersebut.

“Itu wewenang KPK, wewenang penegak hukum. Biar dipertanggung jawabkan secara hukum, secara transparan,” tegas Mahfud.

Ketua KPK Setyo Bu­diyanto sebelumnya resmi mengumumkan status tersangka terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Orang kepercayaan Ketua Umum PDIP Megawati Soe­kar­noputri itu terjerat dalam dua tindak pidana, yakni terkait dugaan penerimaan suap terhadap Wahyu Setiawan Komisioner KPU RI 2017-2022 atas pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI terhadap Harun Masiku.

Selain Hasto, KPK juga menetapkan Donny Tri Istiqomah yang merupakan orang kepercayaan Hasto dalam kasus dugaan pemberian suap. Sementara, Hasto Kristiyanto juga terjerat dugaan tindak pidana berupa penghalangan penyidikan KPK.

“Pada saat penyidikan berkas perkara Harun Ma­siku dan upaya pencarian DPO Harun Masiku sedang berlangsung, penyidik menemukan bukti keterlibatan saudara Hasto Kristiyanto (HK) selaku Sekjen PDI Perjuangan dan saudara Donny Tri Istiqomah (DTI) selaku orang kepercayaan saudara HK dalam perkara dimaksud,” ucap Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Pu­tih KPK, Jakarta, Selasa (24/12).

Setyo menjelaskan, KPK menemukan bukti Has­­to turut bersama-sama Ha­run Masiku memberikan suap kepada Wahyu Setiawan sebagai komisioner KPU. Bahkan, sebagian suap yang diberikan Harun kepada Wahyu Setiawan berasal dari Hasto.

“Dari proses pengembangan penyidikan, ditemukan bukti petunjuk bahwa sebagian uang yang digunakan untuk menyuap Saudara Wahyu berasal dari Saudara HK. Bahwa dalam proses perenca­naan sampai dengan penyerahan uang Saudara HK mengatur dan mengendalikan Saudara Saeful Bahri dan Saudara DTI dalam memberikan suap kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan,” ujar Setyo.

Sementara itu, dalam kasus perintangan penyidikan, KPK menemukan buk­ti Hasto memerintahkan anak buahnya untuk menghubungi Harun Ma­siku agar merendam HP dalam air dan melarikan diri.

KPK juga menduga, Has­to memerintahkan staf­nya, Kusnadi untuk menenggelamkan HP-nya agar tidak ditemukan KPK. Bahkan, Hasto mengumpulkan saksi dan mengarahkan agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.

Setyo memastikan tim penyidik akan terus bekerja dan mengembangkan perkara suap dan perintangan penyidikan yang menjerat Hasto Kristiyanto.

“Komisi Pemberanta­san Korupsi akan terus mendalami perkara ini dan akan mendalami peran semua pihak yang dianggap berperan aktif untuk dimintakan pertanggungjawabannya,” pungkasnya. (jpg)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |