Pengerjaan Huntap Mandiri Kampung Talang Dikebut, Dasrul: Target 30 Hari Rampung

18 hours ago 8
PEMBANGUNAN HUNTAP— Pengerjaan Huntap Mandiri Kampung Talang RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh terus dikebut. Pengerjaan ini dimulai pada tanggal 5 Februari 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 hari.

PAUH, METROPengerjaan Huntap Mandiri Kampung Talang RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh terus dikebut. Program ini dari Kadin Sumbar untuk membangun 10 hunian tetap (huntap) dengan menggunakan produk Sepablock dari PT Semen Padang.

Pengerjaan ini dimulai pada tanggal 5 Februari 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 hari.

Koordinator Posko Talang Mandiri RT 03/RW 04 Kelurahan Kapalo Kota, Kecamatan Pauh, Dasrul, S.S, M.S.I kepada POSMETRO di lokasi mengatakan, bahwa saat ini pengerjaan dikebut. “Alhamdulillah, hingga kini pengerjaan lancar,” ujar Dasrul, Jumat (13/2).

Dikatakan Dasrul, bahwa pembangunan huntap untuk penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Padang resmi dimulai di Kampung Talang, Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.

Dimulainya pemba­ngunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan, Kamis (29/1) lalu oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.

“Proyek ini merupakan huntap pertama yang direalisasikan bagi korban bencana banjir dan banjir bandang di wilayah Sumatera Barat,” ucap Dasrul.

Pembangunan huntap untuk korban bencana hidrometeorologi ini dapat terlaksana berkat bantuan Kadin Indonesia – Kadin Sumbar bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, PT Semen Padang, BUMN/BUMD, TNI/Polri, dan donatur.

“Di lokasi tersebut sebanyak 10 unit Huntap akan dibangun untuk ditempati 10 Kepala Keluarga (KK) penyintas banjir bandang,” tuturnya.

Sebelumnya Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada niniak mamak Suku Tanjuang yang telah menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan anak kemenakan yang terdampak bencana.

“Ini adalah salah satu yang pertama di Sumatera pascabencana. Kami ber­terima kasih kepada semua pihak, termasuk donatur yang ikut menyumbang,” ujar Fadly Amran.

Selain di Kampung Talang, Pemko Padang telah menyiapkan tiga lokasi alternatif lainnya untuk memenuhi total kebutuhan 543 unit Huntap sesuai data yang diajukan. Ketiga lokasi tersebut, Balai Gadang dengan lahan eksisting seluas 2,6 Hektare dan akan ditambah 2 hektar lagi, sehingga total menjadi 4,9 hektare.

Kemudian Lambung Bukit dengan luas lahan yang disiapkan kurang le­bih 4,6 Hektare. Terakhir, Simpang Haru dengan luas lahan 5.000 meter persegi.

Secara keseluruhan, lahan seluas 11 hingga 12 hektare ini diproyeksikan mampu menampung 600 hingga 700 unit rumah. Hal ini memberikan cadangan (spare) sekitar 150 unit rumah dari target awal.

Terkait aspek keamanan, Fadly Amran menegaskan bahwa lokasi-lokasi terpilih sudah menda­patkan rekomendasi dari Badan Geologi. “Tim yang dikirim oleh Wakil Menteri (Wamen) telah memastikan bahwa lahan-lahan tersebut berstatus fine, serta clear and clean untuk pembangunan,” ujarnya.

Pemko Padang juga tengah melakukan kajian akademis bersama universitas dan balai terkait pe­netapan zona merah rawan bencana. (ped)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |