PERJUANGAN YANG BERAT—Sejumlah guru SD di Jorong Nenan, Nagari Meik, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, harus bertaruh nyawa untuk bisa sampai ke ekolah tempat mereka mengajar. Akses jalan yang mereka tempuh kondisinya masih tanah dan penuh batu-batu napar yang licin.
LIMAPULUH KOTA, METRO — Bertaruh nyawa guru-guru SD di Jorong Nenan, Nagari Meik, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk bisa sampai kesekolah tempat mereka mengajar. Akses jalan yang mereka tempuh kondisinya masih tanah dan penuh batu-batu napar yang licin. Saat hujan tanahnya mengembang dan becek. Tidak jarang guru-guru itu saling bantu melewatkan kenderaan masing-masing. Bahkan, sering kali diantara mereka yang sebehagian besar adalah guru perempuan, jatuh dan kendaraan mereka rebah karena jalan licin dan berlumpur.
Jalan milik Kabupaten Lima Puluh Kota yang menghubungkan Kecamatan Bukit Barisan dengan Kecamatan Kapur IX itu, memiliki panjang lebih kurang 13 kilo meter dan lebih dari 1 kilo meter kondisi jalan tanah dan penuh batu-batu licin dimana air mengalir di tengah jalan.
Meski harus berjuang keras setiap pagi untuk bisa sampai disekolah, buruknya kondisi jalan tidak membuat semangat guru-guru itu surut. Tanggungjawab untuk mencerdaskan anak-anak bangsa seolah melupakan mereka akan beratnya perjuangan di jalan berlumpur dan licin.
Video perjuang guru-guru menempuh jalan penuh bebatuan tanah di Jorong Nenan, Maek itu sempat viral di media sosial. Seolah menggambarkan bahwa pemerintah kabupaten seakan lupa, ternyata didaerah yang jauh dari kantor Bupati, luput dari perhatian. Meski berkali-kali Pemerintah Nagari mengusulkan dan menyampaikan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan, namun hingga kini Kabupaten Lima Puluh Kota tepat berusia 185 tahun, jalan itu masih tetap tanah.
Wali Nagari Maek, Efrizal Hendri, saat dihubungi melalui Handphone selulernya membenarkan kondisi jalan milik daerah Kabupaten Lima Puluh Kota itu, masih tanah dan bebatuan. Apa dikata, dirinya sudah berkali-kali menyampaikan saat Musrenbang di tingkat kecamatan.
Disampaikan Wali Nagari, kondisi jalan yang tanah itu ada di Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, menghubungkan ke jorong Nyanyiang, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Karena menghubungkan dua kecamatan maka status jalan itu milik Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. “Jalan itu statusnya milik kabupaten Lima Puluh Kota, karena menghubungkan dua kecamatan di Lima Puluh Kota yaitu Kecamatan Bukik Barisan dan Kecamatan Kapur IX. Dan jalan itu panjangnya 13 kilometer tapi yang kondisi masih tanah dengan batu batuan itu lebih satu kilometer,” ungkap Wali Nagari Maek.
Dia berharap, agar pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota atau Provinsi bisa membantu untuk memperbaiki kondisi jalan yang sangat buruk itu. Mengingat jalan itu menjadi akses bagi masyarakat banyak dan juga guru-guru untuk bisa sampai ketempat sekolah mereka di Jorong Nenan. “Harapannya agar ada perhatian dari pemerintah Kabupaten dan Provinsi. Sehingga akses masyarakat tidak terganggu, termasuk guru-guru yang mengajar kesekolah tidak sesulit seperti sekarang ini,” harapnya. (uus)

14 hours ago
11

















































