Bocah 10 Tahun Hilang Tenggelam di Pantai Buayo Putih

3 days ago 23
BERITA UTAMA

PENCARIAN— Tim Basarnas dikerahkan untuk melakukan pencarian bocah yang hilang di Pantai Buayo Putih, Pessel.

PESSEL, METROSeorang anak laki-laki dilaporkan hilang tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putih, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Minggu (10/5) se­kitar pukul 16.00 WIB.

Hilangnya korban bernama Jestra (10), sontak membuat warga maupun pengunjung objek wisata itu heboh dan panik. Pencarian terhadap korban pun langsung dilakukan hingga malam. Sayangnya, korban belum berhasil ditemukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat warga setempat membuka muara yang sebelumnya tertutup. Setelah muara terbuka, arus air mengalir deras menuju laut. Korban yang merupakan pelajar SD yang tinggal di Pasar Tara­tak, diduga hen­dak berenang melintasi aliran air untuk mengambil bajunya yang tertinggal di tebing seberang.

Namun nahas, korban justru terseret arus deras hingga terbawa ke laut. Situasi di lokasi semakin sulit karena ombak tinggi disertai air keruh yang membatasi jarak pandang warga saat melakukan pen­carian.

Kepala Kantor SAR Pa­dang, Abdul Malik mengatakan, informasi kejadian diterima dari Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, pada pukul 17.13 WIB. Setelah laporan masuk, Unit Siaga SAR Pesisir Selatan segera diberangkatkan menuju lokasi ke­ja­dian.­“Pada Minggu sore diberangkatkan Rescuer Unit Siaga SAR Pesisir Selatan menuju lokasi kejadian dengan lima personel dengan estimasi lebih ku­rang 54 menit,” ujar Abdul Malik.

Dijelaskan Abdul Malik, insiden bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu korban berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Buayo Putiah. Namun, derasnya arus di kawasan muara diduga menyeret tubuh korban hingga hilang dari pantauan warga sekitar.

“Korban dilaporkan berenang di Pintu Muara Pantai Buayo Putiah bersama teman-temannya dan ha­nyut terbawa arus,” katanya.

Dalam operasi pencarian tersebut, kata Abdul Malik, tim membawa se­jumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car Carrier, LCR beserta mesin tempel, perlengkapan SAR air, perlengkapan medis, perleng­kapan komunikasi, hingga pe­rala­tan pendukung lainnya.

“Belum terdapat faktor peng­hambat signifikan d­alam pelaksanaan operasi SAR. Meski demikian, kondisi cuaca gerimis di sekitar lokasi tetap menjadi perhatian tim saat melakukan pencarian di kawasan pantai dan muara,” tuturnya. (*)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |