Geger! Mayat Berbaju Kuning Mengapung di Sungai Banda Bakali

23 hours ago 13

Beranda BERITA UTAMA Geger! Mayat Berbaju Kuning Mengapung di Sungai Banda Bakali

BERITA UTAMA

MAYAT— Penemuan mayat di aliran sungai Banda Bakali, dekat Lapangan Bola Matador, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur. Tim SAR selanjutnya mengevakuasi mayat ke RS Bhayangkara.

PADANG, METROSesosok mayat laki-laki berbaju kuning ditemukan mengapung di aliran sungai Banda Bakali, dekat Lapangan Bola Matador, RT 05 RW 07, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (17/5) sekitar pukul 13.40 WIB.

Penemuan itu sontak membuat warga setempat heboh hingga berbodong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikannya. Saat dicek, korban diketahui bernama Afrizal, berusia 62 tahun yang merupakan warga Banuaran, Kota Padang.

Ketika ditemukan, korban dalam posisi tertelungkup mengapung di ping­gir sungai. Tim SAR ga­bungan selanjutnya me­ngevakuasi mayat tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis lalu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Pelaksana (Ka­lak­sa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. Me­nurut­nya, kepastian mengenai identitas korban lang­sung didapatkan setelah pihak keluarga mendatangi lokasi.

“Data korban berhasil kami dapatkan setelah istri korban datang langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban gu­na memastikan identitasnya,” kata Hendri Zulviton saat dikonfirmasi warta­wan.

Dijelaska Hendri, setelah mendapat laporan dari masyarakat, Anggota Rescue Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Pa­dang segera bergerak cepat menuju lokasi. Proses penanganan dan evakuasi dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL).

“Upaya evakuasi di lapangan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Tim Inafis, Polri, TNI, pihak Kecamatan dan Kelurahan, Dubalang, Tagana, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Relawan Rumah Zakat, PMI, Relawan Kebencanaan, serta dibantu oleh pengurus RT/RW dan masyarakat setempat,” jelasnya.

Terkait penyebab pasti hingga korban terapung di sungai tersebut, Hendri menjelaskan bahwa saat ini persoalan tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk menyelidikinya.

“Untuk penyebab kejadian, saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian. Jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari aliran sungai dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang guna keperluan pemeriksaan medis,” tutupnya. (ped)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |