
PADANG — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi tuntasnya pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sesuai target yang disampaikan saat peninjauan bersama Manager Network Operation Productivity Telkomsel Padang Andy Suapril dan tim teknis jelang Ramadan lalu, BTS tersebut resmi beroperasi menjelang Idul Fitri 1447 H.
Andre menegaskan kehadiran BTS di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta merupakan langkah strategis, mengingat Sitinjau Lauik dikenal sebagai jalur ekstrem yang rawan kecelakaan dan longsor. Ketersediaan jaringan telekomunikasi yang kuat dinilai sangat penting untuk mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus mempercepat respons dalam situasi darurat.
“Sitinjau Lauik ini rawan bencana dan rawan kecelakaan. Kita ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan sinyal yang baik. Kalau ada kejadian darurat, komunikasi bisa dilakukan dengan cepat. Alhamdulillah, perantau yang pulang kampung saat Lebaran tidak lagi kehilangan sinyal di kawasan ini,” ujar Andre, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Andre, pembangunan BTS tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur digital hingga ke kawasan rawan dan jalur strategis di Sumatera Barat. Ia menilai kolaborasi antara DPR RI dan Telkomsel menjadi langkah nyata untuk mengatasi blank spot komunikasi di jalur vital Padang–Solok.
“Inilah komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Sumatera Barat. Sekarang masyarakat dan para perantau sudah bisa menikmati sinyal yang lebih stabil sepanjang perjalanan Padang–Solok melalui Sitinjau Lauik,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.
Sementara itu, Manager Network Operation Productivity Telkomsel Padang Andy Suapril menyampaikan BTS Sitinjau Lauik telah resmi on air sesuai target sebelum Idul Fitri, berkat kerja keras tim deployment serta dukungan berbagai pihak.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas pihak, termasuk dukungan Andre Rosiade, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, sehingga pembangunan jaringan di jalur ikonik tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kehadiran jaringan ini kami dedikasikan untuk pelanggan setia Telkomsel yang melintasi rute lintas yang panoramik dan strategis ini. Semoga memberikan manfaat nyata dan menambah kenyamanan perjalanan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, tower BTS setinggi 72 meter tersebut diproyeksikan menjangkau hingga kawasan Panorama II serta mendukung kebutuhan jaringan di sekitar rencana proyek flyover Sitinjau Lauik. Selain itu, optimalisasi jaringan dari BTS Bukit Subang, Kabupaten Solok, juga dilakukan untuk memastikan jalur Padang–Solok semakin bebas dari gangguan sinyal.
Kehadiran BTS ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pengguna jalan, terutama dalam memperkuat konektivitas di jalur rawan, mempercepat respons darurat saat kecelakaan dan mendukung kelancaran mobilitas perantau dan wisatawan selama musim mudik Lebaran. (*)

5 hours ago
3

















































