Ketua IJTI Sumbar, Defri Mulyadi bersama Wakil Ketua SMSI Sumbar, Eko Yanche memberikan materi terkait penulisan berita dan konten medsos kepada staf kelurahan di Padang Panjang.
PADANGPANJANG, METRO– Para staf di 16 Kelurahan Kota Padang Panjang bisa berperan menjadi ujung tombak informasi dan diseminasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program unggulan (Progul) Pemko Padang Panjang.
“Karena itu perlu pembekalan kepada staf kelurahan untuk dapat memhami teknis dasar pembuatan berita, narasi konten dan konten video di media sosial,” kata Kepala Dinas Kominfo Padang Panjang yang diwakili Sekretaris, Dr. Elmawati ketika membuka workshop penulisan dan audio visual untuk staf kelurahan se Kota Padang Panjang, Kamis (23/4) di Aula Dinas Kominfo Padang Panjang.
Menurutnya, hampir seluruhnya dari 33 Progul Pemko Padang Panjang berada di kelurahan. Karena itu patut dan dapat diyakini semua kelurahan melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi tentang pelaksanaan progul-progul itu.
Menurut Kabid IKP Dinas Kominfo Padang Panjang, Maryulis Max, kegiatan ini memberi kesempatan kepada aparatur kelurahan menguasai teknis penulisan dan pembuatan konten di media sosial (medsos) yang dapat mendorong tersebarnya berbagai kegiatan yang berhubungan dengan Progul Pemko Padang Panjang.
Dua narasumber yang memberikan materi dalam acara itu adalah Wartawan Senior Eko Yanche Edrie dan Defri Mulyadi.
Eko yang juga Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar menyebutkan, pendekatan jurnalisme warga akan sangat cocok tugas-tugas aparat kelurahan ini.
“Daripada postingan yang tidak bermanfaat, maka setiap aparat kelurahan yang ditunjuk menggawangi medsos kelurahan, lebih bagus membuat akun medsos itu menjadi media yang berguna bagi masyarakat luas dan mendukung semua Progul Pemko yang ada di tiap kelurahan,” ujar Eko.
Dengan pelatihan ini pula, secara akumulatif tingkat ketersebaran informasi tentang Progul Padang Panjang bisa menjadi lebih tinggi dan luas. “Sebagian beban diseminasi informasi kota di Dinas Kominfo maupun di Bagian Adpim bisa terbagi kepada 16 kelurahan dan 2 Kecamatan,” ujar dia.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, Defri Mulyadi dalam paparannya mengatakan, dengan teknologi, semua bentuk informasi, konten dan penyebarannya tidak lagi menjadi hal yang mahal.
“Cukup dengan ponsel saja, staf kelurahan bisa menjadi konten kreator bahkan bisa menjadi presenter untuk kanal-kanal Youtube Pemko Padang Panjang,” kata Defri yang akrab disapa Imung ini.
Imung juga mengatakan, pada sebagian orang memiliki ponsel canggih dan mahal hanya digunakan untuk sekedar telepon dan buka Youtube atau WA. “Padahal ponsel canggih itu memilik banyak fitur yang dapat membantu berbagai keperluan produksi, pencarian, pembuatan dan penyebaran konten informasi,” ujar Imung.
Ia menyarankan semua aparat kelurahan yang ditugasi menjalankan fungsi humas kelurahan jangan membuat ponselnya jadi mubazir. Gunakan semua fitur untuk keperluan produksi konten yang bagus dan tepat serta canggih.
Dalam dua sesi presentasi dari dua pemateri itu peserta kemudian mendiskusikan bersama lalu membuat tugas kelompok yang diarahkan kedua pemateri itu.(fan)

23 hours ago
14

















































