FOTO DRONE— Foto drone sirkuit segala medan (all-terrain circuit) di kota Zhengzhou, Tiongkok, Rabu (14/1).
PABRIKAN otomotif asal Tiongkok, BYD, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar dengan menjajaki peluang masuk ke ajang balap paling prestisius, Formula 1. Ketertarikan tersebut semakin terlihat setelah sejumlah petinggi perusahaan, termasuk Wakil Presiden Stella Li, beberapa kali hadir langsung di seri balapan dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan laporan Bloomberg, BYD melihat motorsport sebagai sarana strategis untuk memperkuat branding global. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan pasti apakah perusahaan akan bergabung sebagai tim baru atau mengakuisisi tim yang sudah ada di grid.
Masuk ke Formula 1 bukan perkara mudah. Selain persaingan yang ketat, investasi yang dibutuhkan juga sangat besar. Sebagai gambaran, tim anyar Cadillac F1 Team harus membayar biaya antidilusi sebesar 450 juta dolar AS (sekitar Rp7,6 triliun) kepada tim-tim lain untuk bisa bergabung.
Tak hanya itu, untuk membangun tim dari nol, total biaya yang dibutuhkan bisa mencapai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,9 triliun), belum termasuk anggaran operasional tahunan yang juga sangat tinggi.
Melihat besarnya biaya tersebut, BYD disebut memiliki opsi lain yang lebih realistis, seperti menjalin kemitraan teknis atau menjadi sponsor utama tim. Skema serupa pernah dilakukan oleh Toyota bersama Haas F1 Team, maupun kerja sama sponsorship antara Alfa Romeo dengan Sauber sejak 2018.
Pendekatan sponsorship, khususnya sebagai title sponsor, dinilai menjadi langkah paling memungkinkan bagi BYD. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh eksposur global tanpa harus menanggung seluruh biaya operasional tim.
Namun demikian, biaya sponsorship di Formula 1 tetap tergolong tinggi. Untuk menjadi sponsor utama, perusahaan harus menyiapkan dana lebih dari 50 juta dolar AS (sekitar Rp849 miliar) per musim, bahkan untuk tim papan tengah.
Saat ini, persaingan di Formula 1 semakin kompetitif dengan sejumlah tim besar dan pembalap top dunia. Beberapa di antaranya adalah Mercedes yang diperkuat George Russell dan Kimi Antonelli, Ferrari dengan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, serta Red Bull Racing yang mengandalkan Max Verstappen.
Selain itu, tim-tim lain seperti McLaren, Aston Martin, hingga Williams juga terus bersaing memperebutkan posisi terbaik di setiap musim.
Langkah BYD untuk masuk ke Formula 1, jika terealisasi, diyakini akan menambah warna baru dalam persaingan sekaligus memperkuat dominasi pabrikan otomotif di ajang balap global tersebut. (*/rom)

15 hours ago
10

















































