Derita Gejala Stroke, Penanganan Medis Zainal Dijamin Penuh Program JKN

13 hours ago 10
JALANI PENGOBATAN—Zainal Arifin (56), warga Kabupaten Tanah Datar saat menjalani perawatan intensif dengan program JKN.

TANAHDATAR, METRO–Musibah kesehatan bisa datang kapan saja dan tanpa tanda yang jelas. Hal inilah yang dialami Zainal Arifin (56), warga Kabupaten Tanah Datar yang men­dadak harus menjalani perawatan intensif akibat pe­cah­nya pembuluh darah di bagian otak kanan.  Beruntung, keikutsertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi pe­nopang utama dalam pr­oses pengobatan dan pemulihannya. Cucu Zainal, Rifatul Salsabila (20), menceritakan kakeknya yang mengeluhkan pusing hebat disertai kesulitan bergerak.

“Tangan kanan kakek tampak terlipat dan mati rasa, bibirnya tidak simetris, serta sulit bicara. Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), pihak FKTP menyarankan agar kakek segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Prof. Dr. M. Ali Hanafiah,” ujar Rifatul.

Setibanya di rumah sakit, Zainal langsung mendapatkan penanganan medis yang responsif. Rifatul menjelaskan sejak hari pertama dirawat inap, kakeknya langsung menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan pe­nun­jang, seperti laboratorium, rontgen kepala, hingga fisioterapi. “Dokter menjelaskan bahwa gejalanya termasuk stroke ringan. Me­mang tangan dan kaki kanan kakek belum bisa digerakkan sepenuhnya dan ma­sih terasa berat, tetapi jari-jari tangan kanannya sudah bisa digerakkan berkat penanganan yang cepat dari tim medis,” jelas Rifatul.

Rifatul mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses pengobatan kakeknya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan tersebut sangat membantu keluarga, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. “Berkat BPJS Kesehatan, kakek bisa langsung ditangani tanpa hambatan. Semua biayanya dijamin. Kami pun tidak bisa membayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga jika tidak memiliki BPJS Kesehatan,” ungkap Rifatul.

Rifatul menilai pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit sangat baik. Mulai dari tenaga medis hingga petugas lainnya bersikap ramah, sigap, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. “Pelayanannya cepat, petugasnya ramah, dan alur layanannya juga tidak ribet. Kami merasa tidak ada perbedaan pelaya­nan antara pasien umum­ dan pasien BPJS Ke­sehatan. Kami sebagai keluarga merasa sangat terbantu dan nyaman berobatnya,” ucap Rifatul.

Rifatul juga menepis isu yang selama ini beredar di masyarakat terkait pembatasan hari rawat inap bagi pasien BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan keliru.  “Dulu banyak yang bilang kalau pakai BPJS Kesehatan itu rawat inapnya dibatasi. Faktanya, kakek saya telah dirawat inap selama empat hari dan tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal tanpa kendala. Jadi jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas,” tegas Rifatul.

Rifatul menyampaikan tidak ada iur biaya tambahan yang diminta oleh penyelenggara fasilitas kesehatan selama pengobatan kakeknya. Di samping itu juga, tidak ada obat yang harus ia beli di luar karena semuanya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan hingga pasien sembuh. “Obat-obatan yang diberikan untuk pasien BPJS Kesehatan itu lengkap, sangat bagus dan efektif. Saat dirawat, kakek sempat mengalami sembelit dan setelah minum obat dari dokter keluhannya langsung teratasi. Semua biayanya dijamin sesuai indikasi medis, tidak ada biaya tambahan sama sekali,” tutur Rifatul.

Rifatul merasa puas berobat sebagai peserta JKN dan berharap agar kualitas layanan ini dapat dipertahankan. Menurutnya, berbagai peningkatan layanan yang dilakukan selama ini telah berhasil mematahkan stigma negatif yang sebelumnya beredar di masya­ra­kat. “Kami sudah membuktikan sendiri bahwa pelayanan BPJS Kesehatan itu sangat bagus dan terus meningkat setiap saat. Bahkan, BPJS Kesehatan telah menghadirkan fitur antrean online dari Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan pe­ngam­­bilan antrean berobat dari rumah, sehingga lebih pas­ti dan tidak perlu me­nunggu lama. Semoga layanan ini bisa terus diper­ta­han­kan,” tutup Rifatul. (uus)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |