Jambi — Upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal terus didorong oleh PT PLN (Persero). Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Seminar Nasional oleh PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sumbagteng III dalam rangkaian kegiatan Electrixak Fair 2026 yang digelar di Jambi.
Mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Energi Terbarukan Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Ketahanan Energi Nasional”, kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor ketenagalistrikan, akademisi, hingga praktisi energi, untuk membahas arah kebijakan, tantangan, serta peluang pengembangan energi bersih di Indonesia.
Manager PLN UPP Sumbagteng III, Dery Afriadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah, khususnya di Sumatera. Potensi tersebut meliputi tenaga air, energi surya, biomassa, hingga energi angin yang dinilai mampu menjadi tulang punggung sistem energi nasional di masa depan.
“Optimalisasi energi terbarukan berbasis sumber daya lokal merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain meningkatkan kemandirian energi, pendekatan ini juga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLN sebagai perusahaan penyedia listrik nasional terus berkomitmen dalam mendukung transisi energi melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, serta mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.
Dalam seminar tersebut, PLN juga menghadirkan pemateri internal, Ovan Klinsman Ompusunggu, selaku Team Leader Pengendalian Konstruksi PLN UPP Sumbagteng III. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pembangkit energi terbarukan tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya, tetapi juga pada perencanaan yang matang dan pengendalian konstruksi yang efektif.
“Pengembangan energi terbarukan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pengendalian proyek menjadi faktor krusial untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di daerah tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, serta dukungan regulasi yang berkelanjutan.
Dari sisi akademisi, kehadiran Dr. Tri Suratno, S.Kom., M.Kom. sebagai Sekretaris Jurusan turut memperkaya perspektif dalam diskusi. Ia hadir mewakili Kepala Jurusan yang berhalangan hadir, sekaligus menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.
Dalam pandangannya, sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Penguatan riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi elemen penting dalam mendorong optimalisasi energi terbarukan, khususnya yang berbasis potensi lokal,” ungkapnya.
Diskusi dalam seminar berlangsung dinamis dengan mengangkat sejumlah isu strategis, di antaranya pengembangan pembangkit energi terbarukan skala kecil di daerah terpencil, pemanfaatan potensi mikrohidro dan biomassa, serta tantangan implementasi teknologi energi bersih di tingkat lokal.
Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan yang adaptif, peningkatan investasi di sektor energi terbarukan, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung percepatan transisi energi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan serta implementasi program energi terbarukan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional dalam Electrixak Fair 2026 ini, PLN UPP Sumbagteng III bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi sektor energi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan energi nasional berbasis potensi lokal.

5 hours ago
5

















































