El Clasico Milik Barca, Taklukkan Madrid, Gelar La Liga Resmi Diamankan

1 day ago 16

Beranda OLAHRAGA El Clasico Milik Barca, Taklukkan Madrid, Gelar La Liga Resmi Diamankan

OLAHRAGA

JUARA LA LIGA— FC Barcelona memastikan diri sebagai juara La Liga musim 2025/2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga El Clasico yang digelar di Spotify Camp Nou, Senin (11/5) dini hari WIB.

FC BARCELONA memastikan diri sebagai juara La Liga musim 2025/2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga El Clasico. Kemenangan tersebut se­kaligus mengunci gelar pada pekan ke-35.

Bertanding di Spotify Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, Barcelona tampil dominan sejak menit awal dan sukses menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

Dua gol kemenangan Blaugrana dicetak pada babak pertama melalui Marcus Rashford dan Ferran Torres. Keduanya tam­pil efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.

Barcelona langsung me­nekan sejak kickoff. Stra­tegi agresif yang dite­rapkan pelatih Hansi Flick membuat Real Madrid kesulitan mengembangkan permainan.

Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-9. Rashford mencatatkan nama­nya di papan skor lewat tendangan bebas akurat yang gagal diantisipasi kiper Thibaut Courtois. Gol tersebut langsung memicu euforia publik Camp Nou.

Tak butuh waktu lama, Barcelona menggandakan keunggulan pada menit ke-18. Torres sukses memaksimalkan umpan matang dari Dani Olmo dan membawa tim tuan rumah unggul dua gol.

Real Madrid mencoba bangkit lewat serangan balik cepat yang dipimpin Vinícius Júnior dan Jude Bellingham. Namun, solidnya lini belakang Barcelona membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol.

Bahkan, Madrid sempat mencetak gol yang dianulir wasit karena offside. Situasi ini semakin membuat tim tamu frustrasi sepanjang pertandingan.

Barcelona tampil lebih rapi dalam penguasaan bola dan transisi serangan. Kombinasi lini tengah yang solid membuat Ma­drid kesulitan mengimbangi ritme permainan tuan rumah.

Kemenangan ini membawa Barcelona mengoleksi 91 poin dari 35 pertandingan. Dengan keunggulan 14 poin dan hanya tiga laga tersisa, posisi mereka di puncak klasemen tidak lagi bisa dikejar Real Madrid.

Gelar ini menjadi trofi La Liga ke-29 sepanjang sejarah klub, sekaligus pen­capaian penting bagi Hansi Flick di musim perdananya bersama Barcelona.

Selain keberhasilan tim, laga ini juga diwarnai aksi kontroversial Vinícius Jú­nior. Pemain asal Brasil tersebut sempat membuat gestur angka 15 ke arah tribun, yang diyakini sebagai simbol jumlah gelar Liga Champions yang dimiliki Real Madrid.

Ini bukan pertama ka­linya Vinícius melakukan aksi provokatif. Sebelum­nya, ia juga menunjukkan gestur serupa saat menghadapi Manchester City di Liga Champions.

Di sisi lain, kemenangan ini terasa emosional bagi Flick yang diketahui baru saja kehilangan ayahnya beberapa hari sebelum pertandingan. Para pemain pun mempersembahkan kemenangan tersebut sebagai bentuk duku­ngan kepada sang pelatih.

Performa Rashford ju­ga menjadi sorotan. Gol­nya di laga ini disebut-sebut mengingatkan publik pada aksi Lionel Messi, terutama karena ia menjadi pemain Barcelona pertama sejak 2012 yang mencetak gol tendangan bebas di El Clasico.

“Gol ini sangat berarti, bukan hanya untuk saya, tapi untuk tim. Kami bekerja keras sepanjang mu­sim,” ujar Rashford.

Trofi ini juga menjadi gelar liga pertama dalam karier profesional Rashford, menandai perjalanan emosionalnya setelah sem­pat diragukan di awal musim.

Selain itu, João Cancelo mencatat sejarah sebagai pemain yang pernah meraih gelar di empat dari lima liga top Eropa. Sementara Robert Lewandowski menambah koleksi gelar­nya menjadi 13, menyamai rekor pemain elit seperti Ryan Giggs, Manuel Neuer, dan Thomas Müller.

El Clasico kali ini kem­bali menegaskan status­nya sebagai salah satu per­tandingan paling bergengsi di dunia. Atmosfer panas, rivalitas panjang, dan kualitas pemain membuat duel ini selalu dinantikan publik sepak bola global.

Musim ini, Barcelona tampil lebih konsisten di­bandingkan rivalnya. Stabilitas permainan menjadi kunci utama keberhasilan mereka meraih gelar se­kaligus menegaskan dominasi di sepak bola Spanyol.

Sementara itu, Real Madrid harus segera me­lakukan evaluasi menyeluruh untuk kembali bersaing di musim mendatang setelah gagal menghentikan laju sang rival. (rom)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |