Beranda BERITA UTAMA Ketua DPD Hanura Ingatkan Kepala Daerah Berasal dari Kader Partai, Mampu Hadirkan Strategi Pembangunan Tidak Semata Bertumpu pada Anggaran Pemerintah
BERITA UTAMA
FOTO BERSAMA— Foto bersama usai pelaksanaan Muscab ke-IV Partai Hanura Kota Padang, Rabu (6/5) yang lalu.
PADANG, METRO–Partai Hanura Kota Padang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV pada Rabu (6/5) di Hotel Truntum Padang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Edi Naswany.
Dalam sambutannya, Edi menyoroti masih tingginya ketergantungan daerah terhadap anggaran pemerintah pusat. Menurutnya, rendahnya kemandirian fiskal menjadi salah satu penghambat utama percepatan pembangunan di berbagai daerah.
“Lemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuat banyak daerah belum mampu berkembang secara optimal,” ujar Edi.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana transfer pusat. Dibutuhkan terobosan melalui inovasi serta penciptaan sumber ekonomi baru agar daerah dapat tumbuh mandiri.
“Berjuang dari daerah, daerah berdaya, Indonesia sejahtera. Itu motto kami. Tanpa daerah, Indonesia tidak akan ada. Tapi kenyataannya, banyak daerah masih sulit berkembang karena bergantung pada APBD dan dana pusat,” katanya.
Edi juga menekankan pentingnya peran kepala daerah dari kader partai untuk menghadirkan strategi pembangunan yang kreatif dan berkelanjutan. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor sebagai upaya membuka peluang ekonomi baru.
“Kader yang memimpin daerah harus berpikir bagaimana membangun tanpa hanya bergantung pada APBD. Harus ada inovasi, kolaborasi, dan upaya menciptakan sumber ekonomi baru. Kalau tidak, daerah akan jalan di tempat,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga etika politik dan semangat juang. Menurutnya, keberhasilan dalam dunia politik tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
“Tujuan kita hari ini memupuk semangat juang agar layak menjadi wakil rakyat yang mampu memberikan yang terbaik. Dan ingat, jangan pernah sombong, karena tanpa suara rakyat kita bukan apa-apa,” ujarnya.
Pada Muscab tersebut, Afriadi resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC Hanura Kota Padang secara aklamasi. Edi berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus melahirkan gagasan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Muscab ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum memperbaiki infrastruktur partai dan menjemput kader yang tertinggal. Kita berharap di bawah kepemimpinan Afriadi, Hanura mampu membawa keberuntungan, kedamaian, serta melahirkan inovasi bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Afriadi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi secara kolektif dan terbuka terhadap berbagai masukan.
“Amanah ini tidak bisa dijalankan sendiri. Saya membutuhkan kerja sama dan dukungan semua kader. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan, asalkan disampaikan dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan,” ucapnya.
Ke depan, Afriadi menargetkan penguatan struktur partai melalui pembentukan sekretariat sebagai pusat konsolidasi kader di Kota Padang. Ia juga berencana mengaktifkan kembali peran Pengurus Anak Cabang (PAC) sebagai ujung tombak organisasi.
“Ke depan, kami ingin memastikan kader memiliki ruang untuk bermusyawarah dan bergerak bersama. Target kami jelas, bagaimana Hanura bisa berkembang dan meraih kursi legislatif, dengan harapan lima anggota DPRD Kota Padang berasal dari Hanura,” tuturnya. (ped)

1 day ago
13

















































