ILUSTRASI— Santap sahur.
SAHUR menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian ibadah puasa, baik puasa Ramadan maupun puasa sunnah lainnya. Selain memiliki nilai ibadah, sahur ternyata juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui manfaat sahur dari sisi medis.
Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa selama menjalankan puasa terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh manusia. Melalui kebiasaan sahur, tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari sekaligus membantu proses adaptasi biologis selama berpuasa.
Salah satu manfaat sahur adalah membantu menjaga performa kognitif otak selama menjalani aktivitas di siang hari. Konsumsi makanan mendekati waktu imsak diketahui berpengaruh terhadap kemampuan berpikir, konsentrasi, dan daya ingat seseorang.
Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang meneliti performa para atlet remaja saat menjalani puasa. Tubuh membutuhkan cadangan energi yang cukup, terutama glukosa dari makanan, untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal kesehatan NCBI menyebutkan bahwa mengakhirkan waktu sahur dapat membantu menjaga fokus dan konsentrasi. Dengan begitu, aktivitas di siang hingga sore hari dapat tetap berjalan dengan baik meskipun sedang berpuasa.
“Hasil kami menunjukkan manfaat makan sahur yang terlambat dalam menjaga kemampuan kognitif pagi yang optimal. Hal ini mencegah gangguan apa pun selama keadaan puasa di tengah hari atau sore hari. Kondisi tersebut memengaruhi fluktuasi diurnal fungsi kognitif yang berdampak pada kinerja secara keseluruhan,” tulis Tim Peneliti dalam jurnal medis NCBI.
Selain menjaga fungsi otak, sahur juga membantu tubuh dalam mengoptimalkan proses pembakaran lemak. Pada awal hari tubuh masih menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, namun secara bertahap akan beralih membakar cadangan lemak seiring berjalannya waktu.
Temuan ini juga dijelaskan dalam publikasi kesehatan MDPI Nutrients yang menyebutkan bahwa proses oksidasi lipid atau pembakaran lemak cenderung meningkat menjelang sore hari. Kondisi tersebut dinilai bermanfaat bagi mereka yang ingin menjaga berat badan tetap ideal.
Sahur juga berperan dalam menjaga kestabilan metabolisme tubuh saat istirahat. Metabolisme istirahat merupakan energi yang tetap dibakar tubuh meskipun seseorang tidak melakukan aktivitas berat.
Banyak orang mengira metabolisme akan menurun drastis selama berpuasa. Namun, asupan nutrisi yang tepat saat sahur dapat membantu menjaga laju metabolisme tetap stabil.
Tubuh memiliki kemampuan beradaptasi melalui mekanisme hormon pencernaan yang mengatur penggunaan energi. Hal ini membuat tubuh tetap mampu menjalankan fungsi dasarnya dengan baik meskipun tidak mendapat asupan makanan selama beberapa jam.
Manfaat lainnya dari sahur adalah membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Dengan mengonsumsi air yang cukup saat sahur, tubuh dapat mengatur distribusi cairan sehingga risiko dehidrasi dapat diminimalkan.
Penelitian yang dilaporkan dalam riset MDPI juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme homeostasis yang mampu menyeimbangkan cairan secara alami. Meski terjadi perubahan pada perputaran air dalam tubuh, jumlah cairan secara keseluruhan tetap dapat terjaga.
Selain itu, ginjal akan bekerja lebih efisien dalam mengatur pengeluaran cairan melalui urine. Proses ini membantu tubuh mempertahankan hidrasi sehingga seseorang tetap mampu beraktivitas selama berpuasa.
Sahur juga berperan dalam membantu tubuh menyesuaikan ritme jam biologis. Kebiasaan bangun lebih awal pada waktu sahur memang mengubah pola tidur seseorang.
Namun, perubahan tersebut justru melatih tubuh untuk beradaptasi dengan ritme aktivitas baru. Dengan pola yang konsisten, tubuh mampu menyesuaikan keseimbangan hormon dan sistem biologisnya.
Meskipun durasi tidur bisa sedikit berkurang selama bulan puasa, kualitas istirahat tetap dapat terjaga jika pola tidur diatur dengan baik. Konsistensi jadwal tidur dan bangun menjadi kunci agar tubuh tetap bugar.
Para ahli juga menekankan pentingnya memilih menu sahur yang bergizi seimbang. Konsumsi makanan yang mengandung protein, serat, karbohidrat kompleks, serta cukup cairan sangat dianjurkan.
Menu sahur yang sehat akan membantu tubuh memiliki cadangan energi lebih stabil sepanjang hari. Dengan begitu, rasa lemas dan lapar berlebihan dapat diminimalkan.
Selain manfaat fisik, sahur juga memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam ibadah puasa. Kebiasaan ini menjadi bagian dari sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Dengan berbagai manfaat tersebut, sahur tidak hanya menjadi rutinitas sebelum berpuasa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu sahur.
Menjalani puasa dengan sahur yang sehat dan cukup nutrisi akan membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Selain itu, ibadah puasa juga dapat dijalani dengan lebih nyaman dan optimal. (*/rom)

7 hours ago
4

















































