Jembatan Roli Hanya Sementara, Pembangunan Jembatan Bantu Konektivitas Warga

15 hours ago 10
JEMBATAN GANTUNG—Pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung. Proyek tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat.

PESSEL, METRO–Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan se­jumlah siswa menggu­nakan roling untuk menyeberangi sungai di Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, menjelaskan, penggunaan roling tersebut hanya bersifat sementara dan terjadi dalam kondisi tertentu. Saat itu, debit air sungai sedang tinggi sehingga siswa memanfaatkan roling sebagai alternatif penyeberangan.

Menurutnya, kondisi yang terlihat dalam video tidak sepenuhnya mencerminkan situasi normal di lokasi tersebut. Biasanya, masyarakat dan siswa dapat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki ketika debit air berada pada kondisi normal.

“Jadi bukan seperti hal yang dipikirkan. Itu hanya seketika. Karena saat itu debit sungai sedang tinggi. Biasanya kalau debit su­ngai normal, siswa dan masyarakat bisa berjalan kaki menyebrang sungai,” ungkapnya.

Gina juga mengung­kapkan, pembangunan jem­batan gantung di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung. Proyek ter­sebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupa­ten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, yang kemudian dikerjakan oleh BPJN Sumbar.

“Kami sampaikan bahwa pemda mengusulkan pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PU. Yang me­ngerjakan BPJN. Karena Pemkab keterbatasan anggaran,” terangnya.

Ia menegaskan, mes­kipun pembangunan dilakukan oleh BPJN, status jembatan tersebut tetap menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Hal ini disebabkan keterba­tasan anggaran daerah dalam merealisasikan pem­bangunan infrastruktur tersebut secara mandiri.

Lebih lanjut, pemba­ngunan jembatan gantung itu bertujuan untuk me­ningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi serta distribusi komoditas yang terhubung dengan jalan nasional.

BPJN Sumbar berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan terhadap proses pemba­ngu­nan yang sedang berjalan. Pasalnya, proyek jemba­tan gantung tersebut di­bangun dari awal dan telah dimulai sejak Januari 2026. “Targetnya, pada Agustus mendatang jembatan su­dah bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Gina.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintasi sungai tersebut. (rio)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |