Kajari Padang Koswara Raih Gelar Doktor

10 hours ago 7
Kajari Padang, Koswara, S.H., M.H mengikuti sidang ujian Program Doktor secara daring melalui zoom, Sabtu (14/3)

PADANG, METRO– Wajah penuh keseriusan terlihat saat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, Koswara, S.H., M.H mengikuti sidang ujian Program Doktor (S3) secara daring melalui zoom, Sabtu (14/3) di ruang kerjanya. Koswara dengan tenang berhasil menjawab dengan lancar satu persatu pertanyaan yang disampaikan tim penguji yang berada di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Disertasi yang sedang diuji hari itu berjudul “Rekonstruksi Regulasi Penentuan Kerugian Negara Akibat Tindak Pidana Korupsi dalam Sektor Pertambangan Berbasis Keadilan Ekologis”.

Dalam disertasinya, Koswara mengangkat persoalan krusial: menghitung kerugian negara akibat korupsi di sektor pertambangan. Tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga mempertimbangkan kerusakan lingkungan dan dampak sosial terhadap masyarakat.

Pencapaian pendidikan Koswara ini penuh perjuangan. Sebelum ujian hari itu, dirinya mengalami masalah kesehatan yang cukup serius. Bahkan, dirinya sebagai Kajari Padang, juga sedang memikul tanggungjawab yang cukup berat menangani salah satu kasus dugaan korupsi.

“Sidang ini bukan hanya soal gelar akademik, tapi tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Koswara dengan semangat.

Perjalanan karier Koswara cukup panjang dan beragam. Sebelum memimpin Kejari Padang, ia pernah menjabat Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumatera Barat (Sumbar), Kajari Gunung Kidul, Kajari Gunung Mas, hingga Asisten Pembinaan Kejati Kalimantan Barat.

Berbagai pengalaman itu membentuk pandangannya, perhitungan kerugian negara dalam kasus korupsi sektor sumber daya alam harus komprehensif, dengan prinsip keadilan ekologis, agar tidak hanya melihat angka, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Sidang daring yang berlangsung selama 45 menit hari itu berlangsung tertib dan kondusif. Koswara menerima masukan ilmiah untuk memperkaya disertasinya. Terutama terkait regulasi hukum dan penerapan keadilan ekologis.

Bagi Koswara, gelar doktor bukan sekadar prestasi akademik. Ini bukti dedikasi, ketekunan, dan semangat belajar, sekaligus komitmen untuk memperkuat sistem hukum yang melindungi negara, masyarakat, dan lingkungan.

Dari perjalanan karirnya hingga masalah kesehatan yang dialaminya Koswara menunjukkan, kesibukan dan tantangan kesehatan tidak menghalangi semangat belajar dan pengabdiannya kepada negara.

Disertasinya diharapkan menjadi referensi penting bagi penanganan kasus korupsi sektor sumber daya alam, khususnya dalam menghitung kerugian negara secara adil sambil memperhatikan keberlanjutan lingkungan.(fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |