Kasus Kematian Dua Anak di Pemandian Lembah Mangkisi, Wali Nagari: Stop Saling Menyudutkan dan Menyalahkan

18 hours ago 12

LIMAPULUH KOTA, METRO— Dua keluarga besar korban tenggelam di Pemandian Lembah Mangkisi Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Li­mapuluh Kota serta pihak Nagari berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang me­nyudutkan dan menyalahkan dengan kejadian yang menyebabkan meninggalnya RA (8) warga Jorong Pasa Rabaa Nagari Pa­nyalaian, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Tanah Datar, serta BZ (11) di Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padangpanjang. Sebab dari berbagai komentar yang muncul, kerap menyalahkan pihak keluarga dan nagari Balai Panjang dengan dalih kelalaian.

Padahal menurut pihak keluarga korban dan Nagari, tidak ada yang inginkan peristiwa naas itu terjadi, sehingga kedepannya diharapkan tidak mun­cul lagi anggapan miring terhadap penyebab meninggalnya atau kepergian kedua bocah malang itu. Saat ini pihak keluarga terus berupaya mengiklaskan kepergian anak tercinta mereka.

“Saat ini kita semua masih dalam suasana du­ka, baik keluarga korban di Padang Panjang maupun di Kabupaten Tanah Datar dan kami sendiri di Nagari Balai Panjang, ini duka kita semua, jangan atau stop saling menyalahkan atas peristiwa yang terjadi, jangan lagi berkomentar yang menyakitkan,” ucap Walinagari Balai Panjang, Idris, Minggu (15/2).

Idris juga menambahkan, dari peristiwa yang terjadi, banyak hikmah yang bisa diambil, sehingga tidak elok rasanya jika masih ada yang berkomentar yang negatif terhadap peristiwa itu. “Kita ambil positifnya, semoga peristiwa serupa tidak terjadi lagi kedepannya, kami sangat bermohon agar tidak ada lagi yang berkomentar yang merugikan keluarga korban maupun pihak nagari,” tutup Idris.  Sebelumnya diberitakan sejumlah media cetak dan online, Dua anak pengunjung dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam pemandian  pada Minggu 8 Februari 2026.

Keluarga Besar Nagari Balai Panjang, Takziah Kerumah Duka

Sebelumnya keluarga besar Nagari Balai Panjang, mendatangi rumah korban tenggelam yang terjadi di Pemandian Batang Mangkisi di Nagari Balai Panjang baru-baru ini, rombongan yang di­pimpin Walinagari Balai Panjang, Idris itu juga didampingi anggota dan ketua Komunitas Otomotif dari Kota Payakumbuh yang merupakan anggota klub dari orang tua korban.

Rombongan melakukan takziah kerumah duka almarhum RA (8) di Jorong Pasa Rabaa Nagari Panyalaian Kecamatan IX Ko­to Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (14/2) siang. Dihadapan pihak keluarga, Idris menyebut bahwa kedatangannya bersama puluhan orang yang merupakan anggota, ketua Bamus, Bumnak, warga Jo­rong Lurah Bukik tempat lokasi Pemandian Lembah Mangkisi, warga jorong Kubang Rasau untuk takziah sekaligus bentuk rasa duka yang mendalam atas kepergian putra pertama dari pasangan suami istri Rahmat Hidayat-Rafa Attala.

“Kedatangan kami ber­sama puluhan ma­sya­rakat yang berasal dari berbagai unsur di Nagari Balai Panjang, merupakan bentuk rasa duka yang kami rasakan atas kepergian ananda RA. Mudahan-mudahan pihak keluarga tetap diberikan ketabahan,” ucap Idris.

Idris juga menambahkan, duka tidak hanya di­rasakan oleh keluarga besar almarhum RA, namun juga oleh keluarga besar di Nagari Balai Panjang, ia berharap semua pihak tetap sabar dengan cobaan yang datang.  “Mu­dah-mudahan peristiwa ini jadi hikmah dan kita ambil positifnya, kami tetap do­akan orang tua dari almarhum ananda kita bisa te­tap sabar. Kita yakin Allah telah menempatkan ananda kita tersebut di sorga,” tambahnya.

Di hadapan pihak keluarga korban, Ketua Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (PER­­WANALIKO) itu kem­bali menegaskan bahwa, apa yang disampaikan oleh pihak keluarga akan jadi pembelajaran pihak Nageri kedepannya dalam pengelolaan Pemandian Lembah Mangkisi. “Apa yang disampaikan pihak keluarga ananda kita, men­­jadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita, khususnya pihak Nagari kedepannya. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa serupa kede­pan­nya.”­tu­tup ­Idris.

Dari kediaman almarhum RA, rombongan yang juga didampingi anggota Komunitas otomotif Kota Bukittinggi dan Padang Panjang itu menuju ke kediaman almarhum BZ (11) di Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padangpanjang, yang juga menjadi korban tenggelam di objek wisata Pemandian Lembah Mangkisi. Sebe­lumnya diberitakan se­jum­lah media cetak dan online, Dua anak pengunjung dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam pemandian  pada Minggu (8/2). (uus)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |