PERSIAPAN MENUJU KLA— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat,meematangkan persiapan menuju predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Utama pada 2026.
PASBAR, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat terus mematangkan persiapan menuju predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Utama pada 2026. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pemenuhan data dukung sebagai bagian dari proses evaluasi nasional.
Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Advokasi Pemenuhan Data Dukung dan Finalisasi Evaluasi Mandiri KLA 2026 yang digelar secara hibrida, Senin (27/4), di Kantor DPPKBP3A dan dilanjutkan di Aula Bappelitbangda Pasaman Barat.
Kegiatan ini melibatkan unsur dunia usaha, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga nagari se-Kabupaten Pasaman Barat. Pelibatan lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dalam memenuhi indikator penilaian KLA.
Sekretaris Daerah Doddy San Ismail selaku Ketua Gugus Tugas KLA melalui Asisten I Setia Bakti bersama Asisten III Harlina Saputri menegaskan bahwa kebijakan Kabupaten Layak Anak merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurut Setia Bakti, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong peningkatan status Pasaman Barat dari predikat Nindya yang diraih pada 2025 menjadi predikat Utama pada 2026.
“Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus memiliki komitmen yang sama dalam pemenuhan hak anak. Dunia usaha juga memiliki peran strategis melalui kemitraan, pemenuhan hak anak di lingkungan kerja, serta penyediaan fasilitas ramah anak,” ujar Setia Bakti.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pemenuhan data dukung oleh seluruh OPD dan instansi terkait secara terintegrasi sebagai bukti nyata pelaksanaan pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan anak.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Pasaman Barat, Armen, menyampaikan bahwa komitmen dan sinergi Tim Gugus Tugas KLA perlu terus diperkuat sesuai tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan lima klaster pemenuhan hak anak. Seluruh indikator penilaian, kata dia, harus dipastikan terpenuhi secara maksimal melalui dukungan data yang valid dan akurat.
Wakil Ketua Tim Gugus Tugas KLA Pasaman Barat sekaligus Kepala Bappelitbangda, Joni Hendri, menambahkan bahwa penginputan evaluasi mandiri KLA mencerminkan kinerja seluruh OPD dan instansi terkait sebagai penanggung jawab lima klaster KLA, termasuk kecamatan dan nagari.
Ia meminta seluruh penanggung jawab segera melengkapi penginputan data secara mandiri dan akurat guna memenuhi syarat verifikasi KLA, mulai dari aspek regulasi hingga berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah daerah melalui seluruh perangkat daerah.
“Pemenuhan data dukung ini bukan sekadar administrasi, tetapi menunjukkan keseriusan daerah dalam mewujudkan Pasaman Barat benar-benar layak menyandang status Kabupaten Layak Anak,” tegasnya. (end)

5 hours ago
4

















































