Komisioner KPID Sumbar Terpilih Kecewa, Sudah Berpakaian Rapi, Undangan Disebar, Tiba-tiba Batal Dilantik

1 hour ago 6

PADANG, METRO–Dengan berpakaian rapi menggunakan jas hitam berdasi dan kopiah, awalnya enam Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar) terpilih periode 2026–2029 terlihat begitu semangat jelang pelantikan yang direncanakan digelar Jumat (13/3) di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Para Komisioner KPID yang awalnya terlihat santai di pintu masuk samping Auditorium Gubernuran, mulai gelisah, setelah lewat pukul 9.00 WIB belum ada tanda-tanda kedatangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Wajah mereka mulai terlihat suram. Padahal tamu undangan sanak keluarga dan sahabat telah datang memenuhi undangan yang telah disebar. Pelantikan yang dijadwalkan pukul 9.00 WIB itu urung dilakukan tanpa pemberitahuan resmi.

Komisioner KPID Sumbar terpilih, Riki Chandra membenarkan terjadinya pembatalan pelantikan hari itu. “Benar, tidak jelas kapan lagi akan dilantik,”sebut Riki.

Awalnya, pelantikan rencananya dilaksanakan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. Undangan rencana pelantikan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, pada 11 Maret lalu itu bahkan sudah disebar oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Sumbar.

Mendapat undangan tersebut, Riki mengakui dirinya bersama komisioner lainnya juga telah membagikan undangan pada sanak saudara dan sahabat.

Riki memang kecewa dengan tidak jelasnya pelantikan tersebut. Padahal semuanya sudah disiapkan. “Saya sudah ajak orang tua. Anak dan isteri sudah bersiap-siap sejak usai sahur. Tiba-tiba pagi, tidak ada agenda Gubernur Sumbar untuk pelantikan tersebut. Akhirnya batal. Saya antar ibu ke Solok dulu, karena sudah dari kemarin siap-siap datang dari Solok melihat saya dilantik,”ujar Riki dengan nada kecewa.

Riki menyebut, alasan Dinas Kominfotik Sumbar, batalnya pelantikan tersebut adalah kesalahan pihaknya. Terutama Kepala Dinas Kominfotik Sumbar yang lalai berkoordinasi dengan gubernur terkait pelantikan tersebut. “Ada perbedaan informasi Dinas Kominfotik dengan Sekdaprov Sumbar. Sekarang Kepala Dinas Kominfotiknya yang mengaku bertanggungjawab. Kami pulang saja lagi,”katanya.

Penundaan pelantikan tersebut terjadi mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tidak hanya para tamu undangan yang hadir, tapi para Komisioner KPID Sumbar yang akan dilantik juga tidak mengetahui kalau pelantikan tersebut batal.

Meski begitu, Riki mengaku tetap menunggu saja kapan pelantikan itu dapat dilaksanakan. Karena menurutnya yang paling penting adanya kondisifitas antara Pemprov Sumbar dengan KPID Sumbar nantinya dalam menjalankan kewenangan.

Komisioner KPID Sumbar lainnya, Yusrin Trinanda, mengatakan pihaknya awalnya menerima undangan pelantikan dalam bentuk soft copy pada Rabu sore (11/3) yang dibagikan melalui salah seorang rekan komisioner terpilih.

Setelah menerima undangan tersebut, para Komisioner KPID Sumbar terpilih kemudian berkomunikasi dan memastikan kehadiran mereka. Dalam dua hari terakhir, mereka juga memperoleh konfirmasi secara lisan, pelantikan akan dilaksanakan pada pukul 9.00 WIB.

Namun, hingga jadwal yang telah ditentukan, pelantikan tidak jadi dilaksanakan. Yusril menyayangkan tidak adanya pemberitahuan resmi terkait pembatalan tersebut. “Kami tidak pernah menerima surat pembatalan resmi dari pemerintah provinsi terkait pembatalan pelantikan hari ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Rudy Rinaldi, menjelaskan, undangan yang sempat beredar sebelumnya terjadi karena kesalahan internal.

Ia mengatakan undangan tersebut sudah terlanjur dikirim sebelum jadwal pelantikan benar-benar dipastikan dengan gubernur. “Undangan yang disampaikan kemarin itu merupakan kesalahan. Jadwalnya belum final, tetapi sudah terlanjur dikirim,” terangnya.

Rudy Rinaldi menyebut pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf kepada para komisioner terpilih dan meminta mereka untuk bersabar menunggu jadwal pelantikan yang baru.

Menurutnya, waktu pelantikan akan menyesuaikan dengan agenda gubernur yang cukup padat. “Nantinya, bisa saja dilaksanakan siang, besok, atau malam, tergantung celah dari jadwal beliau yang padat,” katanya.

Diketahui, berdasarkan susunan acara yang telah disiapkan panitia, pelantikan Komisioner KPID Sumbar seharusnya diawali dengan registrasi peserta pukul 8.30 WIB, dilanjutkan pembukaan, pembacaan surat keputusan, prosesi pelantikan oleh gubernur, serta sambutan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Gubernur Sumbar.

Rudy Rinaldi yang hadir di lokasi, penundaan tersebut terkait jadwal Gubernur Sumbar Mahyeldi Amsharullah yang akan melantik. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai jadwal baru pelantikan Komisioner KPID Sumbar tersebut. Pemprov Sumbar diperkirakan akan mengumumkan waktu pelaksanaan yang baru dalam waktu dekat.

Diketahui, proses seleksi Komisioner KPID Sumbar sudah berlangsung sejak tahun lalu dan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan. Hasil seleksi tersebut bahkan telah dikirim DPRD Sumbar kepada Pemprov Sumbar sejak Desember 2025.

Sejak terpilih sudah kali pelantikan direncanakan, awalnya pada 4 Februari, kemudian kembali dikomunikasikan pada awal Maret untuk pelantikan 13 Maret. Namun kembali batal tanpa alasan resmi.

Diduga Ada Intervensi

Terjadinya polemik penundaan pelantikan tersebut diduga ada upaya intervensi dari oknum orang dekat gubernur. Karena sebelum pelantikan, para komisioner diminta sudah memberikan struktur pengurus.

Orang dekat gubernur itu meminta para calon komisionernya agar menunjuk Jimmi Syah Putra Ginting menjadi ketua nantinya, setelah pelantikan. Namun, dengan komunikasi yang berkembang pada 7 komisioner yang terpilih tersebut, banyak yang tidak setuju dengan Jimmi Syah Putra Ginting mejadi ketua.

“Sebelumnya ada oknum orang dekat gubernur dengan inisial RDK meminta Jimmi Syah Putra Ginting menjadi ketua, permintaan itu juga disampaikan Sekdaprov Sumbar. Mungkin itu penyebabkanya pelantikan itu batal,”sebut salah satu sumber di Kantor Gubernur Sumbar yang enggan disebutkan namanya.(fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |