Layani Disabilitas dan Lokasi Ujian Juga Ada di Mentawai, 18.367 Peserta UTBK-SNBT 2026 UNP

2 hours ago 3
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D saat launching UTBK-SNBT Tahun 2026, Selasa (21/4).

PADANG, METRO–Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP) resmi dimulai pada Selasa, (21/4).

UTBK-SNBT ini menandai dimulainya proses penting bagi puluhan ribu peserta dalam menentukan langkah pendidikan dan masa depan mereka.

Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D pada launching UTBK-SNBT 2026, menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh panitia dalam menyukseskan pelaksanaan UTBK. Ia mengingatkan ujian ini menjadi titik awal perjalanan hidup peserta.

“Nasib mereka, jalan hidup mereka dimulai hari ini. Keberadaan kita harus mampu memberikan pengalaman yang baik, bukan sebaliknya. Jangan sampai ada kelalaian yang membuat usaha lebih dari 18 ribu peserta ini menjadi sia-sia. Ini tugas mulia. Semoga menjadi awal yang baik bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Krismadinata juga menegaskan posisi UNP sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat (Sumbar) yang menyediakan layanan UTBK bagi peserta disabilitas serta membuka lokasi ujian di Mentawai.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNP, sekaligus Ketua UTBK UNP, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., mengungkapkan, tahun ini UNP menampung 18.367 peserta yang akan mengikuti ujian selama enam hari 21-26 April 2026 pelaksanaan dengan total 12 sesi.

“Setiap sesi ujian didukung 1.560 unit komputer dengan tambahan dua perangkat cadangan di setiap laboratorium. Pelaksanaan ini turut melibatkan 69 teknisi, 119 panitia, serta pengawas dari dosen, tenaga kependidikan dan guru yang berpengalaman dalam pengelolaan laboratorium, khususnya untuk lokasi ujian di Sekolah Pembangunan UNP dan Kabupaten Mentawai dengan total keseluruhan 835,” jelasnya.

UNP juga menunjukkan komitmennya memberikan akses pendidikan yang inklusif dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus. Tahun ini terdapat tujuh peserta disabilitas. Terdiri dari empat tuna netra dan tiga tuna rungu. Peserta tuna rungu mengikuti ujian 21 April sesi kedua, sementara peserta tuna netra mengikuti ujian pada Kamis, 23 April sesi kelima.

Selain pelaksanaan di kampus utama Padang, UNP juga kembali membuka lokasi ujian di Kepulauan Mentawai. Sebanyak 145 peserta mengikuti UTBK yang dilaksanakan selama dua hari dengan empat sesi. Kehadiran lokasi ujian di Mentawai diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah kepulauan.

Pelaksanaan UTBK-SNBT di UNP tidak hanya menjadi proses seleksi akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung akses pendidikan yang adil, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) yang menjamin akses pendidikan inklusif dan merata, serta SDG 10 (Reduced Inequalities/Berkurangnya Kesenjangan) melalui penyediaan layanan bagi peserta disabilitas dan wilayah terpencil seperti Mentawai.(rel/fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |