Mentawai–Solok Bangun Aliansi Pangan, Bupati Rinto Soroti Tantangan Geografis

5 hours ago 8
TEKEN KESEPAKATAN BERSAMA— Bupati Mentawai Rinto Wardana, saat menandatangani kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama (PKS).

MENTAWAI, METRO–Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Pemerintah Kota Solok resmi menandatangani kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama (PKS) di bidang ketahanan pangan, distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pangan.  Penandata­nganan yang berlangsung di Kota Solok ,Jumat (17/4) lalu ini menjadi langkah strategis dalam memper­kuat sinergi antar daerah. Kerja sama tersebut melibatkan perangkat daerah terkait, yakni Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, dengan fokus pada penguatan sistem pangan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan bahwa kondisi geografis wilayahnya men­jadi tantangan utama dalam pembangunan, khu­susnya di sektor pangan. “Secara geografis, Mentawai ter­pisah dari daratan utama Sumatera Barat dan terdiri dari empat pulau besar, yakni Pulau Sipora, Pulau Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi menjadi terbatas dan berdampak langsung pada distribusi logistik, termasuk pangan,” ujar Rinto.

Ia menjelaskan, keterbatasan akses tersebut tidak hanya memengaruhi ketersediaan pangan, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga dan keberlanjutan pasokan di tengah masyarakat. “Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi sangat penting sebagai solusi bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi antar daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rinto menekankan pentingnya pe­nguatan kapasitas SDM di sektor pangan, termasuk petani, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan lokal. “Kami berharap melalui kerja sama ini akan terjadi transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan nyata dalam pengembangan komoditas pangan strategis di Mentawai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pa­ngan Kota Solok, Ade Kurniati, menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi kerja sama secara konkret di lapangan. “Kota Solok memiliki potensi di sektor pertanian dan pangan yang cukup baik. Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun sinergi yang saling me­nguatkan, baik dalam hal distribusi, produksi, maupun pengembangan SDM,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan dinamika ekonomi yang berdampak pada sektor pangan. “Kami siap berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di Kota Solok, terutama dalam pengelolaan pangan dan pemberdayaan pe­tani. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” jelasnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi ketersediaan pangan, fasilitasi distribusi komoditas strategis, peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga pendampingan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal. Melalui kesepakatan ini, kedua pemerintah daerah optimistis dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan geografis dan ekonomi di masa mendatang, khu­susnya bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Mentawai. (rul)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |