RAPAT KOORDINASI— Wakil Bupati Solok, Candra saat membahas langkah penanganan irigasi yang tidak lancar mengairi sawah.
SOLOK, METRO— Wakil Bupati Solok, Candra menegaskan pentingnya percepatan penanganan irigasi yang tidak berfungsi maksimal, mengingat perannya yang sangat vital bagi masyarakat, khususnya para petani. Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya memastikan kelancaran aliran irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian masyarakat. Persoalan irigasi dibahas dalam Rapat Koordinasi Gotong Royong (Goro) Irigasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Solok Candra.
Rapat tersebut secara khusus membahas langkah teknis penanganan dan pembersihan Kapalo Banda Manca di wilayah Koto Gaek Guguak yang menjadi sumber utama pengairan bagi sejumlah nagari di Kecamatan Gunung Talang.
“Permasalahan irigasi Banda Gadang Manca ini harus segera kita tangani secara bersama-sama. Kita akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA untuk melihat kemungkinan penggunaan alat berat serta perbaikan pada bagian dinding atau rangka besi agar dapat segera difungsikan kembali sebelum pertengahan bulan ini,” ujarnya
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus bekerja secara simultan dan terkoordinasi agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan utama telah siap sebelum tanggal 17 Maret 2026.
Selain itu, Candra meminta para camat dan wali nagari di wilayah terdampak untuk mengatur teknis pelaksanaan gotong royong bersama masyarakat. “Untuk teknis pelaksanaan di lapangan, saya minta Pak Camat bersama lima Wali Nagari yang wilayahnya dialiri irigasi ini agar mengatur jadwal gotong royong bersama masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan aliran irigasi tersebut,” tegasnya.
Adapun lima nagari yang menerima aliran irigasi Banda Gadang Manca tersebut yakni Nagari Koto Gaek Guguak, Koto Gadang Guguak, Jawi-Jawi, Talang dan Cupak.
Candra menjelaskan bahwa persoalan aliran air di Banda Gadang Manca kerap menjadi perhatian masyarakat karena irigasi tersebut mengairi sekitar 5.000 hingga 6.000 hektare lahan persawahan. Selain itu, air dari banda tersebut juga dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitarnya. “Persoalan ini sangat mendesak karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat, baik untuk pertanian maupun kebutuhan rumah tangga. Oleh sebab itu, penanganannya harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Camat Gunung Talang menyampaikan bahwa Bank Nagari telah memberikan dukungan dana sekitar Rp130 juta untuk membantu perbaikan irigasi tersebut. Sementara itu, pihak BKSDA juga akan mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik di bagian kepala banda.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, para Wali Nagari diminta segera menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui masjid dan mushalla agar turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.
Kegiatan gotong royong massal dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, dengan titik kumpul di lokasi pekerjaan mulai pukul 07.00 WIB. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat, diharapkan perbaikan irigasi Banda Gadang Manca dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan air bagi ribuan hektare sawah di wilayah tersebut dapat kembali terpenuhi dengan baik. (vko)

6 hours ago
5

















































