Pemkab Solsel Imbau Warga, Jangan Memotong Sapi Betina Produktif Menjelang Kurban! 

5 hours ago 8
SOSIALISASI—DPKPP melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara penyembelihan sapi kurban.

PADANG ARO, METRO–Upaya menjaga kelestarian populasi ternak lokal serta mendukung program swa­sembada pangan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan me­lalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mengimbau ma­sya­rakat untuk tidak memotong hewan ternak betina yang masih produktif pada hari raya kurban mendatang.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Ternak betina produktif seperti sapi, kerbau, kam­bing, dan domba memiliki peran vital sebagai penghasil keturunan. Dengan kata lain, keberadaannya menjadi kunci keberlanjutan populasi ternak di daerah. “Hewan Betina produktif adalah ‘pabrik’ ternak. Jika dipotong, maka kita kehilangan potensi lahirnya generasi ternak berikutnya,” kata Irwan Supriadi, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam ketera­ngannya pada Senin (20/4).

Irwan menyebut, pelara­ngan pemotongan ternak be­tina produktif bertujuan untuk menjaga populasi, mendukung swasembada daging, serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui ketersediaan bibit ternak yang berkelanjutan di tingkat lo­kal. Larangan tersebut bukan se­kadar imbauan, melainkan amanat undang-undang yang memiliki konsekuensi hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, lanjutnya.

Meski demikian, pemoto­ngan ternak betina tetap diperbolehkan dengan syarat tertentu, yakni apabila ternak tersebut telah dinyatakan tidak pro­duktif oleh petugas berwenang. Kriteria tersebut an­tara lain berumur lebih dari 8 tahun, mengalami kecelakaan yang mengharuskan pemotongan paksa, mandul atau tidak dapat bereproduksi, serta menderita penyakit menular yang membahayakan ma­nusia.

Sebagai bentuk komitmen, DPKPP melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik me­lalui kantor wali nagari maupun kecamatan. Selain itu, juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan bertajuk “Stop Pemotongan Ternak Betina Produktif” di berbagai titik strategis. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan status reproduksi ternak secara gratis melalui Unit Pus­keswan terdekat, seperti Pus­keswan Muaralabuh (Kecamatan Pauh Duo), Puskeswan Sungai Gading (Kecamatan Sangir Balai Janggo), dan Puskeswan Sangir di Padang Aro. “Memotong satu ekor betina produktif sama saja dengan menghentikan masa depan peternak kita. Satu ekor betina yang diselamatkan hari ini adalah harapan bagi ratusan ternak di masa depan,” tutupnya. (jef)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |