Perkuat Energi Hijau, PLTA Masang-2 Penggerak Ekonomi Baru Kabupaten Pasaman

17 hours ago 8

PASAMAN, METRO— Di tengah dorongan percepatan transisi energi dan penguatan bauran e­nergi baru terbarukan ­na­si­onal, pembangunan Pem­­bangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Masang-2 berkapasitas 44 megawatt (MW) di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, kian men­dapat dukungan luas. Pro­yek strategis tersebut tidak hanya diproyeksikan mem­perkuat sistem kelistrikan regional, tetapi juga diharapkan menjadi kata­lis pertumbuhan ekonomi ba­ru bagi masyarakat setempat.

Dukungan itu mengemuka dalam sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang digelar pada 26 Februari 2026 di Kantor Wali Nagari Koto Limo, Kecamatan Bonjol. Forum tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, serta warga terdampak.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Su­matera Bagian Tengah (U­IP Sumbagteng), yang diwakili oleh Officer Lingku­ngan PLN UIP Sumbag­teng, Join Hadamean, menegaskan bahwa proses Amdal menjadi fondasi penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Kami memastikan bah­wa setiap tahapan pem­bangunan PLTA Masang-2 dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Melalui proses Amdal ini, kami mendengarkan masukan masyarakat, mengidentifikasi potensi dampak, serta merumuskan langkah-langkah pengelolaan dan pemantauan lingku­ngan secara komprehensif,” ujarnya.

Menurut Join, proyek PLTA Masang-2 mencakup tahap pra-konstruksi berupa perizinan dan pengadaan lahan, tahap konstruksi pembangkit, hingga tahap operasional. PLN berkomitmen memaksimalkan dampak positif, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kehadiran PLTA Masang-2 diharapkan tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan eko­nomi masyarakat sekitar. PLN membuka ruang dialog dan siap berdiskusi apabila terdapat hal-hal yang perlu dikomunikasikan,” kata Join.

Menanggapi itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Pasaman, Djoko Rifanto, menyatakan Pemerintah Daerah Kab Pasaman menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Menurut dia, pembangu­nan PLTA Masang-2 di Kecamatan Bonjol diha­rapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya di Limo Koto dan Koto Kaciak.

“Dengan adanya Pembangunan PLTA Masang-2 ini, kita tentu menyambut baik dan mendukung. Harapannya, proyek ini dapat berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” u­jarnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Amdal dari Universitas Andalas, Dr. Mahdi, S.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa kajian dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan pro­yek.

“Kami mengidentifikasi seluruh potensi dampak, baik positif maupun negatif. Tujuannya agar dampak negatif dapat diminimalkan dan pengelolaan ling­kungan dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Tim Amdal PLTA Masang-2 menyebutkan bahwa pro­yek tersebut akan memanfaatkan lahan seluas 106,5 hektare dan diperkirakan melibatkan sekitar 1.000 tenaga kerja, termasuk sekitar 20 tenaga kerja asing. Menanggapi paparan ter­sebut, sejumlah warga me­nyampaikan dukungan de­ngan catatan.

“Sekitar 30 persen ma­syarakat di sini menggantungkan hidup dari perikanan di Batang Masang. Kami tidak menolak pemba­ngu­nan, tetapi prosesnya ha­rus jelas dan benar-benar menyerap tenaga kerja lokal,” ucap Ismet, warga Koto Kaciak.

Sinergi antara pemerintah daerah, PLN, akademisi, dan masyarakat men­jadi fondasi penting agar pembangunan PLTA Masang-2 berjalan sesuai regulasi, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menghadirkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi Pasaman. PLN berkomitmen membangun infrastruktur ke­tenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan eko­nomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masya­rakat. (rel/rgr)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |