SENTRA BAWANG MERAH— Wakil Bupati Solok, Candra meninjau langsung aktivitas usaha bawang masyarakat di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok.
SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Wakil Bupati Solok, Candra meninjau langsung aktivitas usaha masyarakat dikawasan itu. Pertanian bawang yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat, iuga menjadi perhatianya.
Ia mengapresiasi tingginya produktivitas pertanian di wilayah selatan Kabupaten Solok yang dinilai memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan.
“Wilayah ini ibarat berada di lorong ‘gudang pitih’, dikelilingi oleh hamparan tanaman bawang yang produktif. Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, terlebih dengan penerapan teknologi pertanian modern yang memungkinkan panen berlangsung secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Kabupaten Solok saat ini menjadi salah satu sentra produksi bawang terbesar di Indonesia, menempati posisi kedua setelah Brebes. Hal ini dinilai sebagai peluang strategis untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produksi maupun hilirisasi.
Candra mengajak Nofrin, seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sebelumnya berkecimpung di sektor energi panas bumi dan kini mulai berinvestasi di bidang pertanian. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan dorongan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor agribisnis.
Ia juga menyinggung pengalaman panen terakhir yang sempat diwarnai cuaca ekstrem. Meski demikian, hasil yang diperoleh tetap tergolong baik. “Ke depan, dengan dukungan cuaca yang lebih bersahabat dan teknologi yang tepat, potensi hasil panen tentu dapat lebih maksimal,” tambahnya.
Candra berharap geliat pertanian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi di sektor produktif. Ia mengajak anak-anak muda agar mulai melirik sektor pertanian sebagai peluang investasi yang menjanjikan.
Usai meninjau lahan pertanian, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai di Samsul’s Villa bersama para pemangku kepentingan. Diskusi tersebut membahas strategi pengembangan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan di kawasan Alahan Panjang.
Dalam dialog tersebut, mengemuka berbagai masukan terkait pentingnya penataan sektor pariwisata agar tumbuh secara terencana dan tidak berkembang tanpa arah. Pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan, khususnya dalam hal regulasi, infrastruktur, dan penguatan daya tarik wisata.
Sementara itu, Nofrin berharap perhatian pemerintah dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas. “Kami merasa bangga menjadi bagian dari Kabupaten Solok yang merupakan salah satu penghasil bawang terbesar di Indonesia. Untuk sektor pariwisata, kami juga melihat perlunya pengembangan fasilitas yang lebih memadai, termasuk kehadiran hotel di Alahan Panjang, mengingat kapasitas homestay dan villa yang ada saat ini sudah mulai terbatas,” ujarnya. Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur pariwisata yang lebih representatif diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan sekaligus berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). (vko)

15 hours ago
8

















































