PELANTIKAN— Prof Efrinaldi dilantik secara resmi jadi Ketua DDI Sumbar dalam kegiatan Halal Bihalal Yarsi Sumbar & Dewan Dakwah Indonesia (DDI), serta Pengukuhan Pengurus DDI periode 2026-2031, di Auditorium Gubernuran, Sabtu (18/4).
PADANG, METRO–Halal Bihalal Yarsi Sumbar & Dewan Dakwah Indonesia (DDI), serta Pengukuhan Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Sumatera Barat untuk periode 2026 -2031 berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (18/4). Estafet kepemimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Sumatera Barat resmi bergulir.
Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Da’wah Islamiyah (DDI) Sumbar, Acara ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat juang Mohammad Natsir dalam membangun umat melalui kolaborasi nyata di berbagai lini kehidupan.
Dalam pidato perdananya, Prof Efrinaldi menekankan pentingnya filosofi, “Jjangan berhenti tangan mendayung” yang pernah disampaikan oleh Allahuyarham Mohammad Natsir.
Pesan ini bermakna bahwa dalam dakwah maupun bernegara, semangat juang, kerja keras, dan kerja cerdas tidak boleh padam. Menurutnya, seluruh pengurus harus mampu berkolaborasi dan bersinergi guna memberikan kontribusi dinamis bagi kehidupan masyarakat di Sumatera Barat.
Lebih lanjut, Prof Efrinaldi menjelaskan bahwa dakwah yang diperjuangkan dewan ini bersifat menyeluruh atau dakwah bil hal. Tidak hanya melalui lisan di atas panggung, tetapi juga melalui aksi nyata seperti yang dicontohkan Natsir saat mendirikan rumah sakit. “Fokus utama saat ini adalah penguatan di bidang kesehatan dan pengembangan pendidikan agar bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumbar, memiliki kecerdasan dan kesehatan yang unggul,” ucap Prof. Dr. Efrinaldi.
Pesan kunci yang ditegaskan dalam pelantikan ini adalah “Dakwah itu merangkul, bukan memukul.
Kita untuk saling bergandengan tangan. Sinergi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota menjadi harga mati dalam memastikan pesan-pesan dakwah sampai ke seluruh lapisan masyarakat dengan sejuk.
Disbeutkan, salah satu program unggulan yang terus dilanjutkan adalah pengiriman dai ke daerah-daerah terpencil, termasuk Kepulauan Mentawai. “Dewan Da’wah Sumbar berkomitmen memberikan pembinaan iman dan ibadah di wilayah pelosok yang memerlukan perhatian khusus. Melalui pengiriman mahasiswa kader dari STID Mohammad Natsir Jakarta maupun Universitas Mohammad Natsir, keberlanjutan pembinaan umat di daerah sulit dapat terus terjaga,” tegasnya.
Program pengabdian ini sebutnya, juga menyasar daerah-daerah yang terdampak bencana alam di Sumatera Barat. Para dai dikirim untuk memberikan bantuan psikologis atau traumatic healing,bagi masyarakat korban bencana.
Prof Efrinaldi menyayangkan kegiatan sosial yang sangat menyentuh masyarakat bawah ini terkadang jarang terekspos, padahal sudah menjadi program rutin organisasi sejak lama.
Momentum pelantikan ini juga terasa istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan acara Halal Bihalal Keluarga Besar Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Sumatera Barat.
“Sinergi antara YARSI dan Dewan Da’wah bukanlah tanpa alasan; keduanya memiliki akar sejarah dan tujuan yang sama dalam menjaga kemaslahatan umat. Kolaborasi ini mempertegas arah kebijakan yang saling mendukung demi ukhuwah islamiyah yang lebih kuat,” tuturnya.
Ketua Panitia, Jimmy Syah Putra Ginting, melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus pusat hingga daerah, unit kegiatan YARSI, serta tokoh-tokoh ormas Islam lainnya.
“Kehadiran pimpinan ormas seperti Persis menunjukkan solidaritas yang tinggi antarlembaga Islam di Sumbar. Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumbar atas dukungan penuh dalam memfasilitasi tempat dan logistik acara,” ungkap Jimmy Syah Putra Ginting.
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam kesempatan tersebut turut memberikan dukungan moral terhadap penguatan struktur dewan da’wah yang baru. “Sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah) diharapkan mampu menciptakan harmoni pembangunan di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah ini menjadi simbol bahwa dakwah dan pembangunan daerah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” jelas Mahyeldi. Sebagai rangkaian penutup, acara juga diisi dengan tradisi melepas calon haji. (ped)

6 hours ago
4

















































