Tak Banyak yang Tahu dari Ranah Minang Lahir Perempuan Pelopor Kedokteran Nuklir di Sumatera

6 hours ago 8
Tak Banyak yang Tahu dari Ranah Minang Lahir Perempuan Pelopor Kedokteran Nuklir di Sumatera

PADANG, METRO– Momentum Hari Kartini menghadirkan refleksi tentang kiprah perempuan Indonesia dalam menembus batas, termasuk di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Rabu (22/4/2026).

Dari Ranah Minang muncul satu nama yang menorehkan jejak langka, Prof. Dr. dr. Aisyah Elliyanti, SpKN-TM (K), M.Kes., yang merupakan Guru Besar kedokteran nuklir dan konsisten membangun karier di jalur yang belum banyak digeluti.

Aisyah Elliyanti lahir di Padang pada 7 Maret 1969 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, pasangan Rustam St. R. Ameh dan Nurmaya Djamil. Berasal dari Magek, Kabupaten Agam, ia tumbuh dalam lingkungan yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi penting dalam kehidupan.

Ketertarikannya pada dunia medis mengantarnya menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sejak 1987 hingga 1995.

Pilihan untuk mendalami kedokteran nuklir menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Ia melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Padjadjaran pada 2001 hingga 2004, kemudian memperdalam keilmuan melalui program magister dan meraih gelar doktor dengan riset mengenai peran Natrium Iodide Symporter dalam sel kanker payudara pada periode 2010 hingga 2015.

Pada 2005, Aisyah mencatatkan diri sebagai dokter spesialis kedokteran nuklir pertama di Sumatera. Sebuah capaian yang menandai langkah pionir di bidang yang hingga kini masih sangat terbatas jumlah tenaga ahlinya.

Di wilayah Sumatera, hanya terdapat empat dokter spesialis nuklir, dua di antaranya bertugas di Sumatera Barat.

Sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas serta praktisi di RSUP M. Djamil Padang, ia berperan dalam pengembangan layanan kedokteran nuklir yang berfokus pada diagnosis dan terapi penyakit, termasuk kanker dan gangguan kardiovaskular.

Perannya tidak hanya terbatas pada layanan medis, tetapi juga pada penguatan kapasitas akademik dan penelitian.

Kiprah Aisyah juga menjangkau tingkat internasional. Ia aktif menjadi narasumber dalam berbagai forum ilmiah di Asia, Eropa, dan Amerika, serta tercatat sebagai anggota International Atomic Energy Agency. Keterlibatan ini menempatkannya dalam jejaring global pengembangan ilmu kedokteran nuklir.

Pada Desember 2022, ia mengikuti konferensi internasional IAEA di Wina, Austria, yang membahas pencitraan kardiovaskular terintegrasi. Selain itu, puluhan presentasi ilmiah telah ia sampaikan di berbagai forum internasional sebagai bagian dari kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di tengah aktivitas profesional, Aisyah tetap menjaga keseimbangan kehidupan pribadi. Ia menekuni hobi bepergian, memasak, dan berenang, serta rutin melakukan kunjungan ke Arab Saudi terkait kehidupan keluarga.

Perjalanan Aisyah Elliyanti mencerminkan semangat Kartini dalam konteks kekinian, perempuan yang tidak hanya hadir sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

Di tengah keterbatasan sumber daya di bidangnya, ia tampil sebagai pionir sekaligus representasi bahwa perempuan Indonesia mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di panggung global. (Jef)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |