Teater Musagu Dinas Pariwisata Mentawai, Sanggar Sipaumat Tampilkan Berbagai Seni Budaya yang Memukau

6 hours ago 4
PENUTUPAN— Kepala Diskopperindakop Mentawai, Laurensius Saruruk, menutup kegiatan Teater Musagu yang berlangsung di kawasan Wisata Homestay Mapaddegat, Sabtu (18/4).

MENTAWAI, METRO–Mewakili Bupati Rinto Wardana, Kepala Dis­kopperindakop  Mentawai Laurensius Saruruk, penutup resmi acara Teater Musagu yang berlangsung di kawasan Wisata Homestay Mapaddegat, Sabtu (18/4). Pentutupan kegiatan Teater Musagu di Pantai Mapaddegat dengan tarian pembuatan makanan sago yang dilakukan oleh masyarakat Mentawai,  (Siberut ).

Teater Musagu (Musagai) akan berlangsung selama dua hari kedepan dan menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya khas Bumi Sikerei. Dan awal acara pembukaan disuguhi beberapa tarian adat dan pemutaran beberapa judul film dokumenter. Pertujukan seni Teater tradisional suku Mentawai, melalui Teater MUSAGU Sanggar SIPAUMAT yang dikomandoi oleh Aron Tasirikeru.

Kepala Diskopperindakop  Mentawai Laurensius Saruruk mengatakan,  kegiatan ini kita akan tahu dan bisa belajar dengan baik nilai-nilai budaya dan adat kebiasaan masyarakat Mentawai dan menjadi pembelajaran bagi kita. Bahwa acara teater ini banyak makna-makna di dalamnya yang dapat dipetik dalam kehidupan sehari-hari

“ Kami banggakan langsung bagaimana proses tangguh kegiatan ini dibuat dimulai salah satu teater pertunjukan budaya. Warisan budaya dilestarikan dan pertunjukan membuat proses ketahanan pangan. Dalam hal ini adalah ketahanan pangan lokal bisa berfungsi secara ekonomi tapi juga bagaimana kita kembali mencintai,” ungkap Laurensius Saruruk.

Dikatakan, proses pembuatan makanan daerah mustahil itu secara tradisional meskipun memang di beberapa tempat itu masih kita lihat, sagu merupakan suatu makanan yang berguna untuk mendukung keberlangsungan kehidupan Masyarakat Mentawai.

Sagu merupakan salah satu sumber pangan tradisional yang sangat penting bagi masyarakat Mentawai. Sejak lama, sagu tidak hanya menjadi bahan makanan pokok, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal.

Pohon sagu tumbuh alami di wilayah rawa dan hutan Mentawai, sehingga mudah diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, seiring perubahan pola konsumsi, modernisasi, dan berku­rangnya minat generasi muda dalam mengelola sagu, pemanfaatannya mulai mengalami penurunan di beberapa daerah.

“Meski demikian, sagu tetap memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang berkelanjutan, mendukung ketahanan pangan, serta menjadi warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan,” kata Laurensius Saruruk

Dengan adanya berbagai macam acara yang digelar di Kawasan Wisata Pantai Paddegat dapat meningkatkan ekonomi bagi UMKM yang berjualan saat acara berlangsung.

Namun demi lingkungan yang bersih, harus menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. “Kita juga berterimakasih kepada Sanggar Sipaumat yang sudah berkreativitas dalam menciptakan dan mempertahankan seni budaya dan tarian adat Turuk Laggai,” ucap Laurensius Saruruk. (rul)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |