SIMBOLIS— Wako Ramlan Nurmatias melepas secara simbolis sebanyak 255 CJH yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (23/4).
BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi secara resmi melepas sebanyak 255 Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi pada Kamis (23/04), dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Dalam sambutannya, Ramlan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh ratusan jamaah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjaga kesehatan, mematangkan persiapan, serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Pergi ke Makkah dan Madinah ini, mantapkan hati untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah haji. Kami berpesan, Haji adalah Arafah, apapun kondisinya, seluruh jamaah harus berada di Arafah pada puncak haji, 9 Zulhijjah. Jaga kondisi, agar pada saat puncak haji nanti, bisa melaksanakan rukun haji dengan maksimal dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Ramlan.
Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji, salah satunya program tabungan haji bagi pelajar melalui BPRS Jam Gadang. Program ini, menurutnya, bertujuan mendorong generasi muda agar bisa berangkat haji di usia produktif.
“Saat ini ada 19.000 lebih pelajar yang punya tabungan haji. Sehingga nanti jika sudah usia minimal 12 tahun dan tabungannya terkumpul Rp25 juta, bisa mendaftar haji untuk dapat porsi haji. Jika daftar tunggu 20 tahun, mereka bisa berangkat di usia relatif muda, 30 sampai 40 an, karena ibadah haji ini ibadah fisik. Ini tujuan kita membuat program tabungan haji pelajar. Selain itu, kita juga ada program pemeriksaan kesehatan jamaah haji gratis. Ini sebagai bentuk layanan pemerintah, agar mempermudah jamaah kita dalam tahapan untuk berangkat haji,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, Misra Elfi, mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi momen perdana penyelenggaraan ibadah haji berada di bawah pengelolaan Kementerian Haji dan Umrah, dengan dukungan sumber daya manusia dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).
Ia merinci, jamaah asal Bukittinggi akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 7 Padang sebanyak 253 orang dan Kloter 14 Padang sebanyak 2 orang melalui Embarkasi Padang.
“Untuk Kloter 7, masuk gelombang 1, jemaah dijadwalkan masuk asrama haji pada 30 April 2026 dan berangkat menuju Madinah tanggal 1 Mei 2026. Sedangkan jemaah Kloter 14 masuk gelombang 2, akan masuk asrama pada 8 Mei 2026 dan terbang menuju Jeddah 9 Mei 2026. Diharapkan seluruh jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik serta mengikuti setiap tahapan keberangkatan, sehingga proses ibadah haji dapat berjalan lancar dan tertib,” ungkap Misra.
Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menyebutkan bahwa total 255 jamaah tersebut terdiri dari 104 laki-laki dan 151 perempuan, dengan tambahan 4 petugas haji pada gelombang pertama.
Ia juga menjelaskan komposisi jamaah berdasarkan kategori, yakni 75 orang ABTB, 118 orang GGP, dan 62 orang MKS. Untuk jamaah tertua, tercatat Wahilman (80 tahun) untuk laki-laki dan Rohana (83 tahun) untuk perempuan. Sementara jamaah termuda adalah Muhammad Kareem (23 tahun) dan Andrea Putri Lenggogeni (21 tahun).
Syukri menambahkan, jamaah Bukittinggi yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Padang akan berjumlah total 393 orang, bersama jamaah dari daerah lain seperti Agam, Padang, dan Pariaman. (jpg)

9 hours ago
5

















































