KONFLIK TIMUR TENGAH— Gumpalan asap membumbung saat serangan menghantam Teheran pada Kamis, 5 Maret 2026 di tengah perang AS-Israel terhadap Iran.
JAKARTA, METRO— Konflik di Timur Tengah memaksa pemerintah mengambil langkah untuk lebih hemat energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Gejolak itu juga mendorong Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI untuk menyiapkan langkah efisiensi BBM. Langkah itu diambil dengan tetap memprioritaskan kebutuhan operasional.
Dalam keterangan resmi pada Selasa (24/3), Kemhan menyatakan bahwa efisiensi dilakukan secara terukur dan bertahap sebagai bentuk antisipasi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi. Keputusan tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya. Yakni untuk proaktif melakukan efisiensi.
“Tanpa mengganggu pelayanan publik maupun kesiapsiagaan negara,” ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait.
Langkah efisiensi BBM juga merupakan bagian dari mitigasi dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Sebagai tindak lanjut, Kemhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial. Efisiensi difokuskan pada aspek pendukung, sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama dan dijaga secara optimal.
“Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas. Seluruh kebijakan dilaksanakan secara adaptif, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja,” terang dia.
Menurut Rico, ada beberapa hal yang sedang disiapkan oleh Kemhan. Diantaranya penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu yang memungkinkan, pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas.
“Kemhan menegaskan bahwa efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman. Melalui langkah tersebut, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen di Indonesia untuk terus bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara. (jpg)

6 hours ago
5

















































