Tradisi Tiga Tahunan, Pulang Basamo Magek Saondoh kembali Digelar Meriah

15 hours ago 11
TABLIG AKBAR— Bupati Agam, Benni Warlis hadiri kegiatan subuh berjamaah dan tablig akbar Pulang Basamo Magek Saondoh (PBMS) 2026 di Mushala Baitul Rahman Islamic Center, Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (25/3).

AGAM, METROBupati Agam, Benni Warlis, menghadiri kegiatan subuh berjamaah se­kaligus tablig akbar dalam rangka Pulang Basamo Magek Saondoh 2026 yang digelar di Mushala Baitul Rahman Islamic Center, Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (25/3).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Agam juga me­nyampaikan tausiah di hadapan para perantau, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah yang turut hadir. Di antaranya Staf Ahli Bupati Taslim, Kepala BKPSDM Rahmi Artati, Kabag Kersa Zulfren, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Arnis, Camat Kamang Ma­gek Fikri Aulia Isman, serta para wali nagari setempat.

Ketua Harian DPP Ma­gek Saondoh, Adrilsyah Adnan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Agam dalam kegiatan tersebut. Ia menilai momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberi motivasi bagi para perantau untuk terus berkontribusi bagi kampung halaman.

“Selain bersilaturahmi, berkumpul di kampung halaman juga merupakan motivasi bagi perantau,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Magek, Hizralias, menjelaskan bahwa kegiatan pulang basamo tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat. Agenda tersebut telah disepakati untuk digelar setiap tiga tahun sekali.

Ia merinci, kegiatan pertama dilaksanakan pa­da 2014, kemudian berlanjut pada 2017. Pada 2020, kegiatan sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19, sebelum kembali digelar pada 2023 dan tahun ini menjadi pelaksanaan keempat.

Dalam sambutannya, Bupati Agam mengapresiasi kekompakan para perantau dan masyarakat yang terus menjaga hubungan dengan kampung halaman melalui kegiatan ter­sebut.

“Tablig akbar ini luar biasa dalam rangka menjaga kerukunan umat dan bersilaturahmi bersama perantau dan anak nagari di Nagari Magek,” ujar Benni Warlis.

Ia juga menilai, tradisi pulang kampung bagi para perantau memiliki makna mendalam sebagai panggilan jiwa yang tidak terpisahkan dari identitas sebagai anak nagari.

“Bagi perantau, pulang kampung merupakan panggilan jiwa atau fitrah. Keinginan kuat untuk kembali ke kampung halaman ini adalah wujud dari janji Allah SWT,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan makan bersama di Islamic Center yang dipadati para perantau dan tokoh ma­sya­rakat, mempererat hu­bungan emosional antara perantau dan kampung halaman. (pry)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |