Tragis! Mahasiswa PNP Tewas Tergantung di Kamar Kos, Tinggalkan Wasiat yang Ditulis Tangan, Tubuhnya Membengkak dan Menghitam

19 hours ago 9
GANTUNG DIRI— Polisi melakukan olah TKP penemuan mahasiswa PNP yang tewas tergantung di dalam kamar kos di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

PADANG, METRO–Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang berasal dari Kabupaten Solok Selatan, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar kos di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Pa­dang, pada Sabtu (11/4).

Korban diketahui Febrintino Dwi Awan (23) yang merupakan angkatan 2023 dan sudah semester enam. Ia merupakan mahasiswa jurusan D-3 Administrasi Niaga. Saat ditemukan, korban dengan posisi berdiri di pintu kamar mandi dengan leher dililit tali yang diikat di ventilasi.

Peristiwa ini pertama terungkap setelah orang tua korban menghubungi pemilik kos untuk menge­cek kondisi anaknya. Pesan tersebut dikirim melalui aplikasi WhatsApp karena keluarga tidak dapat menghubungi korban.

Pemilik kos bernama Mesi kemudian mendatangi kamar korban sekitar pukul 08.25 WIB. Kebetulan, di lokasi indekos terdapat aktivitas pengerjaan bangunan. Pengecekan dilakukan bersama para tukang bangunan.

Mesi bilang, awalnya pintu kamar indekos sudah diketuk tiga kali. Namun tidak ada sahutan dari dalam. Karena penasaran, ia memutuskan membukanya pintu menggunakan kunci cadangan.

“Diambil kunci cadangan, pas buka pintu, ternyata korban sudah tergantung di pintu kamar mandi,” ucapnya.

Saat ditemukan, sebagian tubuh korban su­dah membengkak dan meng­hitam serta mengeluarkan bau yang menyengat atau sudah mulai membusuk. Diduga, korban mengakhiri hidupnya beberapa hari sebelum ditemukan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab korban mengakhiri hidunya dengan cara seperti itu.

Penemuan mayat itu sontak membuat warga setempat heboh hingga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Tak berselang lama, Polisi juga datang untuk melakukan olah TKP lalu mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi menggunakan seutas tali.

“Ditemukan korban da­lam posisi tergantung di pintu kamar mandi menggunakan seutas tali. Kondisi tubuh korban sudah me­ng­hitam saat ditemukan,” jelas AKP Edi.

Ditambahkan AKP Edi, petugas dari Unit Identifikasi Polresta Padang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Keluarga juga sudah datang untuk menjemput jenazah korban dan sudah kita serahkan untuk dikebumikan di Solok Selatan,” ujar AKP  Edi.

Ditemukan Buku Berisi Wasiat

Mesi mengakui, saat Polisi melakukan olah TKP, ditemukan adanya sebuah buku yang diduga berisi pesan terakhir korban. Buku tersebut ditemukan di dalam kamar dan langsung diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

“Ada buku ditemukan. Tapi saya belum sempat melihat untuk membacanya,” ujar Mesi saat ditemui di lokasi.

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, isi tulisan dalam buku tersebut memperlihatkan pesan yang diduga ditulis langsung oleh korban. Dalam pesan itu, korban meminta kepada siapa pun yang menemukan buku tersebut untuk membuka telepon genggamnya dan membaca pesan di aplikasi Whats­App.

“Siapapun yang baca buku ini tolong buka hp dan WA ku ada pesan untuk keluargaku yang aku lakukan ini dan baca pesan WA ku,” demikian isi tulisan yang ditemukan dalam buku tersebut.

Dikenal Introvert di Kampus

Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto mengatakan, pihak kampus masih me­lakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa tersebut.  Menurutna, korban dikenal sebagai sosok yang tergolong tertutup atau introvert di kalangan teman-temanya. Permasalahan yang dihadapi tidak pernah diceritakan.

“Sehari-hari informasinya memang mahasiswa ini introvert. Menurut temannya, dia tidak pernah dan tidak suka cerita. Memang tertutup anaknya,” ujarnya.

Keterangan temannya, kata Fajri, FDA sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Selama itu pula ia tidak pernah mengikuti perkuliahan.

“Beliau sudah seminggu tidak bisa dihubungi teman-temannya. Informasinya tidak masuk-masuk kuliah.  Kami masih mencari dan menunggu informasi ada indikasi apa sehingga bisa bunuh diri. Ini kan baru diduga, kami belum bisa mengambil kesimpulan,” ucap Fajri.(*)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |