PERAN BERBEDA— Cole Palmer tampil berbeda di timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.
GELANDANG muda Cole Palmer berpotensi tampil dengan peran berbeda saat memperkuat Timnas Inggris. Di bawah arahan pelatih Thomas Tuchel, Palmer tidak lagi terpaku di sisi sayap, melainkan diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi permainan.
Perubahan pendekatan ini mulai terlihat dalam jeda internasional Maret, di mana Tuchel mencoba berbagai skema baru. Salah satu eksperimen yang menarik perhatian adalah menempatkan Palmer dalam peran bebas atau free role, berbeda dengan perannya di level klub bersama Chelsea.
Di klubnya, Palmer kerap dimainkan di sisi kanan dengan tugas menjaga lebar permainan dan mendukung pergerakan bek sayap. Meski memiliki tujuan taktis, peran tersebut dinilai membatasi kreativitas pemain berusia 21 tahun itu, terutama saat performa tim mengalami penurunan.
Berbeda dengan di Chelsea, Tuchel justru memberikan keleluasaan lebih besar kepada Palmer. Dalam sesi latihan timnas, ia bahkan disebut sebagai “joker” yang bisa bergerak bebas tanpa terikat posisi tertentu.
Dalam skema ini, Palmer berduet dengan Jude Bellingham sebagai dua pemain kreatif yang bergerak dinamis. Keduanya diharapkan mampu mengisi ruang kosong, membangun serangan, serta menjadi penghubung antar lini.
Pendekatan tersebut dinilai bukan sekadar eksperimen biasa. Tuchel tampaknya ingin mengoptimalkan potensi Palmer yang selama ini dianggap lebih efektif ketika bermain di area tengah sebagai pengatur permainan.
Kemampuan membaca ruang, visi bermain, serta distribusi bola yang dimiliki Palmer menjadi alasan utama di balik perubahan peran ini. Banyak pengamat menilai posisi idealnya adalah sebagai gelandang serang atau nomor 10, bukan sekadar winger kanan.
Penurunan kontribusi gol Palmer di level klub juga turut memicu perdebatan. Jika pada periode yang sama musim sebelumnya ia mampu mencetak 17 gol, kini jumlahnya menurun menjadi 10 gol. Meski tidak drastis, hal tersebut cukup menjadi bahan evaluasi terkait posisi bermainnya.
Eksperimen Tuchel ini masih menunggu pembuktian dalam pertandingan resmi. Namun, sinyal yang muncul menunjukkan bahwa Palmer memiliki potensi lebih besar jika diberi kebebasan dalam mengatur permainan.
Kini, publik sepak bola menantikan apakah pendekatan tersebut dapat menjadi senjata baru bagi timnas Inggris, sekaligus membuka kemungkinan perubahan peran Palmer di level klub. Jika berhasil, bukan tidak mungkin performa terbaiknya akan segera kembali terlihat dalam waktu dekat. (*/rom)

15 hours ago
10

















































