Ustadz Sorip Hasayangan Harahap, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

15 hours ago 9
Ustaz Sorip Hasayangan Harahap

DHARMASRAYA, METRO–Di era digital saat ini, informasi bisa tersebar begitu cepat. Salah satu sarana utama yang digunakan untuk menyebarkan informasi adalah media sosial. Platform sepertiFacebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, danTikTok telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.  Namun, mes­kipun media sosial memiliki banyak manfaat, kita tidak bisa mengabaikan bahaya yang dapat ditimbulkan jika tidak digunakan dengan bijak. Salah satu bahaya utama yang sering muncul dari penggunaan media sosial adalah penyebaran berita hoaks.

Berita palsu ini dapat memicu kebencian antar kelompok, menambah perpecahan, bahkan me­nyebabkan konflik so­sial yang lebih besar. Media sosial sering kali menjadi sarana penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya, yang da­pat merusak keharmonisan.

Untuk itu, Imam Masjid Darul Hikmah Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Ustadz Sorip Hasayangan Harahap mengajak pengguna ataupun pegiat media sosial untuk sama-sama bijak dalam menggunakan platform media sosial. “Karena sesungguhnya setiap tindakan kita, perbuatan kita, tindakan jari jemari kita tentunya butuh pertanggungjawaban, Ja­ngan sampai jari yang diberikan Allah SWT, harusnya digunakan untuk kebaikan, malah menyebar berita-berita bohong yang bisa menimbulkan kekisruhan maupun me­nimbulkan perpecahan,” ungkap Sorip Hasayangan, Selasa (31/3).

Sorip Hasayangan mengajak semua pihak untuk bijaksana dalam bermedia sosial, dan tentunya sebelum memyebarkan berita ataupun informasi, harusnya terlebih dahulu disaring  dan pastikan dulu kebenarannya.  “Islam mengajarkan kita untuk menyebarkan kebaikan. Dalam media sosial, kita dapat berbagi informasi yang bermanfaat, seperti berita positif, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai kebaikan yang dapat mempererat hubungan antar sesama,” ungkap Sorip Hasayangan.

Meskipun media sosial bisa memberikan dampak negatif, kata Sorip, sebagai umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi ini dengan bijak. Hindarilah fitnah dan ujaran kebencian. “Kita harus berhati-hati dalam berbicara dan menulis di media sosial. Hindari menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, atau komentar negatif yang bisa menyinggung pera­saan orang lain. Sebalik­nya, marilah kita berusaha untuk saling menghormati, mendukung, dan memperbaiki satu sama lain dalam semangat persaudaraan,” ujar dia.

Menurut Sorip Hasayangan, media sosial adalah ruang publik yang dapat diakses oleh banyak orang. Oleh karena itu, harus menjaga adab dan etika dalam berbicara. Hindari kata-kata yang kasar, menghina, atau meren­dahkan orang lain.  “Dalam Islam, kita diajarkan untuk berbicara dengan sopan dan penuh kasih sayang. Kelima, menggunakan media sosial untuk menyatukan, bukan memperselisihkan. Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan dan persatuan bangsa,” pungkasnya. (rgr)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |