Frustasi Gegara Sakit-sakitan, Buruh Tani Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

1 day ago 14

PESSEL, METROSeorang pria berusia 59 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Kampung Koto VIII Hilir, Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (5/1) sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban yang diketahui bernama Zainal (59) ini pertama kali ditemukan oleh istrinya yang merasa curiga karena seluruh pintu dan jendela rumah ter­kunci dari dalam. Istri korban langsung berteriak histeris setelah menemukan korban tergantung tak bernyawa.

Teriakan itu sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk melihat kejadian gantung diri itu. Tak berselang lama, Polisi  yang mendapat, juga datang untuk me­lakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban yang tergantung.

Kapolsek Ranah Pesisir Iptu Okdianto mengatakan, kejadian itu berawal ketika istri korban, Epis (55), meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk sua­tu keperluan. Sedangkan korban ditinggal sendirian di dalam rumah dan tidak ada gelegat yang mencurigakan .

“Dua setengah jam kemudian, Epis pulang ke rumah. Namun, ia tidak bisa masuk karena semua akses ke dalam rumah ter­kunci dari dalam. Karena merasa khawatir, Epis terpaksa membobol salah satu jendela untuk memasuki rumah. Sesampainya di dalam rumah, saksi menemukan suaminya sudah dalam keadaan gantung diri di dalam kamar,”  ungkap Iptu Okdianto.

Dijelaskan Iptu Okdianto, Epis langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu didengar oleh tetangga bernama Endang (47), yang kemudian segera datang ke lokasi. Warga sekitar pun berdatangan ke rumah ter­sebut.

“Jenazah korban tidak langsung diturunkan. Warga menunggu kedatangan petugas kepolisian dan tenaga medis dari Puskesmas Balai Selasa untuk penanganan yang sesuai prosedur,” ujar dia.

Iptu Okdianto menambahkan, setelah petugas tiba, jenazah Inal baru diturunkan dari gantungan dengan bantuan warga. Dokter jaga IGD Puskesmas Balai Selasa melakukan pemeriksaan pada tubuh bagian luar korban.

“Hasil pemeriksaan ti­dak ditemukan tanda-tanda kelainan pada tubuh bagian luar korban. Namun, keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi (pemeriksaan tubuh ba­gian dalam) dengan alasan akan segera menyelenggarakan prosesi pemakaman,” tutur dia.

Menurut Iptu Okdianto, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, korban Inal mengidap penyakit asam lambung sejak satu tahun terakhir. Akibat penyakit tersebut, Inal disebut menjadi pribadi yang tertutup dan menarik diri dari pergaulan.

“Korban tidak lagi suka berinteraksi dengan ma­sya­rakat sekitar, bahkan sering mengusir tamu yang datang menjenguknya. Inal tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang masih duduk di bang­ku SMP. Perubahan perilakunya yang drastis selama setahun terakhir menjadi perhatian warga sekitar,” kata Iptu Okdianto. (*)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |