Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 21 Orang Meninggal, 3 Orang Hilang, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak

2 days ago 11

PADANG, METRO–Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang dipicu hujan lebat selama sepekan belakangan ini di Sumatra Barat (Sumbar) terus bertambah. Pada Kamis (27/11), sembilan orang meninggal dunia dan belasan orang dinyatakan hilang.

Rinciannya, 5 orang meninggal akibat banjir bandang di Lubuk Minturun Kota Padang, 9 orang karena banjir bandang di  Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, enam orang meninggal akibat banjir bandang di Silaing Bawah, Kota Padangpanjang,  dan satu orang tertimbun longsor di Pasaman Barat.

Selain korban yang ditemukan meninggal dunia diterjang banjir bandang dan longsor, saat ini masih ada 3  orang lagi yang dalam proses pencarian. Bahkan, belasan ribu warga dilaporkan terdampak bencana hidrometerologi basah di 13 kabupaten kota di Sumbar.

”Ada sembilan korban jiwa, yaitu lima orang dalam banjir bandang di Padang, sembilan orang dalam banjir bandang di Agam, satu orang dalam longsor di Pasaman Barat dan enam orang di Kota Padangpanjang,” kata Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ilham Wahab, Kamis (27/11).

Banjir bandang di Padang terjadi di sekitar aliran Sungai Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah pada Kamis pagi. Pada hari yang sama, banjir bandang juga terjadi di Silaing Bawah, Kota Padangpanjang. Banjir bandang di Agam terjadi di Kecamatan Malalak, Rabu sore (26/11). Sementara itu, longsor di Pasaman Barat terjadi di Kecamatan Ranah Batahan, Rabu (16/11).

“Angka korban jiwa yang dirilis merupakan hasil pendataan hingga Kamis siang. Namun jumlah korban jiwa diduga masih bisa bertambah. Tim gabungan kini masih menyisir daerah-daerah yang terdampak parah sembari mengevakuasi warga yang terisolasi. Sebanyak 3 orang ini masih dalam tahap pencarian, tersebar di Sumbar,” jelas Ilham.

Sementara itu, di wilayah Padanganjang yang hari ini juga dihantam banjir bandang besar. Jembatan kembar di pintu masuk Kota Padang Panjang, diterjang banjir bandang, Kamis siang (27/11/). Material lumpur bercampur batang pohon menutupi jembatan.

“Karena petugas masih di lapangan untuk pencarian, datanya belum direkap. Data sementara, enam korban telah berhasil dibawa ke rumah sakit dengan kondisi luka-luka. Dampak banjir bandang ini, akses jalan Padang-Bukittinggi via Lembah Anai saat ini tidak bisa dilalui kendaraan,” ungkap Ilham.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menyampaikan perkembangan terbaru terkait dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November lalu.

“Berdasarkan update data sementara per hari Kamis (27/11) pukul 12.00 WIB, total kerugian sebesar Rp 9 miliar lebih dan total korban yang meninggal 21 orang,” ujar Arry Yuswandi di Padang, Kamis (27/11).

Arry menambahkan, kerugian materi terbesar tercatat di Kabupaten Padangpariaman, yakni mencapai Rp4.891.000.000. Data tersebut bersumber dari laporan kejadian bencana yang dikirimkan Pusdalops 13 kabupaten/kota ke Pusdalops provinsi. Data sewaktu-waktu dapat berubah dan akan diperbarui secara berkala.

Arry menegaskan, Pemprov Sumbar terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca, ketinggian air, pergerakan tanah, dan seluruh titik rawan bencana melalui Pusdalops yang siaga 24 jam. Setiap perangkat daerah terkait juga telah diarahkan untuk bergerak cepat sesuai SOP tanggap darurat.

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |