AGAM, METRO—Bupati Agam, Benni Warlis, memaparkan kondisi terkini penanganan bencana banjir bandang dan galodo susulan di Kabupaten Agam dalam dialog khusus bersama TV One pada program Kabar Petang. Dialog tersebut disiarkan secara langsung (live streaming) dari Posko Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam, Jumat (3/1).
Dalam dialog tersebut, presenter TV One menanyakan situasi pascabencana, khususnya terkait terjadinya galodo susulan yang berulang kali melanda Kecamatan Tanjung Raya. Menanggapi hal itu, Benni Warlis membenarkan bahwa galodo susulan memang terjadi beberapa kali dan bahkan menimbulkan dampak yang lebih besar dibandingkan kejadian awal.
“Galodo susulan ini menerjang permukiman warga dan intensitasnya lebih besar dari kejadian awal,” ungkap Benni Warlis.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Sekitar 300 jiwa sudah kita evakuasi dan diungsikan ke sekolah serta masjid yang dinilai aman dari ancaman bencana,” jelasnya.
Bupati Agam juga menjelaskan bahwa galodo yang terjadi secara berulang berdampak pada lumpuhnya akses jalan utama Lubuk Basung–Bukittinggi. Padahal, jalur tersebut sebelumnya telah sempat dibersihkan.
“Karena galodo kembali terjadi, akses kembali tertutup. Namun hari ini cuaca sudah cerah dan alat berat sudah berada di lokasi. Kita harapkan sore ini akses kembali terbuka,” sebutnya.
Lebih lanjut, Benni Warlis mengungkapkan bahwa Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama tim telah meninjau langsung lokasi bencana pada hari sebelumnya. Ia berharap, melalui peninjauan tersebut, penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kita berharap permasalahan ini tidak hanya diselesaikan di hilir, tetapi bagaimana memetakan hulunya dan menentukan langkah teknis yang tepat. Kalau tidak, ketika galodo kembali terjadi dampaknya bisa lebih luas lagi. Ini yang menjadi kekhawatiran kita,” tegasnya.
Menurut Benni Warlis, terjadinya galodo secara berulang disebabkan kondisi hulu sungai yang telah jenuh akibat curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus. Bahkan, getaran kecil sekalipun dapat memicu terjadinya bencana.
“Dalam kondisi tertentu, meskipun tidak hujan, galodo masih bisa terjadi karena hulunya sudah terisi air,” katanya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pada Kamis (2/1) sekitar pukul 18.00 WIB, banjir kembali terjadi di Kecamatan Tanjung Raya, tepatnya di Sungai Asam, Nagari Koto Kaciak. Peristiwa tersebut menyebabkan belasan rumah warga terendam air.
“Warga terdampak juga sudah kita evakuasi dan ditempatkan di lokasi pengungsian,” pungkasnya. (pry)

1 day ago
9

















































