PADANG, METRO– Warga Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan dua janin di salah satu kos-kosan putri, Minggu (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga, janin bayi yang bentuknya belum sempurna tersebut merupakan hasil aborsi.
Lokasi penemuan janin bayi ini berada di kawasan padat permukiman penduduk. Sedangkan kos-kosan putri tersebut dalam keadaan kosong lantaran penghuninya sudah pulang ke kampung halamannya untuk menikmati masa libur kuliah.
Informasi yang dihimpun, janin pertama ditemukan tepat di depan kos-kosan putri yang bersebelahan dengan kedai fotokopi dan toko bangunan. Sedangkan janin kedua, ditemukan di dalam kamar kos yang sebelumnya dihuni oleh mahasiswi.
Mulanya, warga setempat tidak mencurigai gumpalan daging yang ditemukan di depan kos-kosan sebagai janin karena ukurannya yang kecil. Bahkan warga mengira janin manusia itu merupakan anak kucing. Namun setelah dicek secara detail, barulah sadar kalau gumpalan daging itu merupakan janin manusia.
Informasi adanya penemuan janin tersebut langsung tersebar. Ketua RT setempat yang mendapat laporan warga segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan lokasi yang mulai dipadati warga yang ingin menyaksikan penemuan janin.
Polisi yang melakukan pemeriksaan di dalam kamar kos kembali menemukan satu lagi janin manusia. Sayangnya, kamar kos yang digeledah Polisi tidak ada penghuninya. Polisi pun kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan janin manusia ini dengan memasang police line melingkari bangunan kos dan kedai fotokopi tersebut.
Kapolsek Kuranji, Kompol Hendri Bayola membenarkan adanya penemuan dua janin manusia di Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring. Menurutnya, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP bersama Tim Identifikasi Polresta Padang.
“Temuan tersebut bermula ketika warga melihat benda mencurigakan di area depan rumah kos milik Rosmawati. Setelah diperiksa, diduga kuat benda itu merupakan janin bayi. Tidak lama kemudian, petugas menemukan satu janin lainnya di dalam rumah kos yang sama. Keduanya diperkirakan berusia sekitar 12 minggu atau tiga bulan,” kata Kompol Hendri Bayola.
Kompol Hendri Bayola menambahkan, informasi penemuan janin itu dilaporkan warga pertama kali kepada anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Anduring, Aipda Maizon. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kuranji yang dipimpin Iptu Yuzhar bersama Aipda Maizon segera menuju lokasi.
“Sesampainya di tempat kejadian, petugas memastikan keberadaan dua janin tersebut, satu berada di depan rumah kos dan satu lagi di bagian dalam. Untuk memastikan status medisnya, kami menghubungi Puskesmas Ambacang,” ujar Kompol Hendri.
Ditegaskan Kompol Hendri, Bidan Puskesmas Ambacang, Wahyuni Hidayati, kemudian datang ke lokasi. Setelah pemeriksaan, ia menyatakan kedua objek tersebut benar merupakan janin bayi dengan usia kandungan lebih kurang tiga bulan.
“Berdasarkan keterangan medis itu, kami melanjutkan identifikasi dan membawa kasus ini ke tingkat penyelidikan berikutnya. Sekitar pukul 12.20 WIB, tim identifikasi Polresta Padang yang dipimpin Perwira Samapta (Pamapta) I, Ipda Wadhi Nofianto tiba di lokasi,” ujarnya.
Dijelaskan Kompol Hendri, tim melakukan olah tempat kejadian perkara, mendokumentasikan temuan, serta memasang garis polisi untuk mengamankan area sekitar kos. Untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, kedua janin bayi tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang.
“Sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah janin diserahkan guna dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur. Terhadap janin ini akan dilakukan autopsi untuk memastikan sudah berapa lama janin berada di lokasi,” tutur dia.
Terkait dengan motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini, Kompol Hendri menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Pihaknya masih memintai keterangan saksi-saksi termasuk mahasiswi yang menghuni kos-kosan putri tersebut.
“Fokus penyelidikan saat ini adalah memastikan kronologi lengkap, mengumpulkan petunjuk dan menelusuri siapa yang berkaitan dengan keberadaan dua janin di rumah kos tersebut. Pelaku sedang kami buru. Dugaan kami ini hasil menggugurkan kandungan atau aborsi,” tutupnya. (*)

1 day ago
9

















































