Kunjungi SMAN 12 Padang, Wakil Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terdampak Bencana Mulai Pembelajaran Awal Tahun 2026

1 day ago 8

PADANG, METRO–Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Prof Atip Latipulhayat, SH, L.L,M, Ph.d bertindak sebagai Inspektur Upacara saat dimulainya pembelajaran awal tahun 2026, di SMAN 12 Padang, Senin (5/1).

Seperti diketahui, SMAN 12 Padang salah satu sekolah terdampak paling parah akibat banjir bandang yang melanda Kota Padang, 27 November 2025. Seluruh lokal dan fasilitas di sekolah ini tertimbun lumpur. Sekolah ini bahkan kembali direndam banjir susulan Jumat lalu (2/1).

Atip menegaskan, kehadirannya di SMAN 12 ingin melihat langsung kondisi sekolah, saat dimulainya pembelajaran awal tahun 2026 ini, khususnya di tiga provinsi terdampak bencana.

“Saya datang ke Padang melihat dan memastikan kesiapan pembelajaran awal tahun ini. Dengan keterbatasan yang ada, proses pembelajaran bisa dimulai di sekolah ini,” terang Atip usai upacara bendera.

Pascabencana yang melanda tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumbar, pemerintah menurut Atip, sudah membuat tiga prioritas penanganan. Yakni penanganan untuk sekolah kategori rusak berat, sedang dan ringan.

“Untuk sekolah yang rusak ringan dilakukan pembersihan. Ini sudah dilakukan. Yang rusak berat yang tidak bisa digunakan diprioritaskan melalui program revitalisasi tahun 2026,” terang Atip.

Atip mengungkapkan, data per 4 Januari 2025, tercatat 4.470 satuan pendidikan terdampak bencana di Sumatera, dengan kondisi kerusakan beragam.

Dari jumlah tersebut Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak terbesar dengan jumlah 2.756 sekolah/satuan pendidikan terkena dampak bencana. Sedangkan di Sumut sebanyak 1.213 sekolah/satuan pendidikan, dan Sumbar 501 sekolah/satuan pendidikan.

Di Aceh sebanyak 90 persen atau 2,468 sekolah sudah beroperasi, 18 sekolah menggunakan tenda dan 288 sekolah masih proses pembersihan. Di Sumut sebanyak 99,5 persen atau 1.208 sekolah sudah beroperasi, 19 sekolah menggunakan tenda dan lima sekolah masih proses pembersihan.

Sementara di Sumbar sudah hampir 100 persen melakukan pembelajaran. Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian Dikdasmen memberikan bantuan biaya pembersihan sekolah sebesar Rp5–50 juta/sekolah, sesuai tingkat kerusakan. Kementerian Dikdasmen menargetkan seluruh sekolah terdampak siap melaksanakan pembelajaran hari ini, 5 Januari 2026.

Selain itu juga, Kementerian Dikdasmen memberikan school kit 15.500 buah, tenda 78 buah dan ruang kelas darurat 100 kelas, buku pelajaran 90.000 eksemplar, dukungan psikososial Rp300juta, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat Rp11,29 miliar di Aceh.

Untuk guru dan tenaga kependidikan terkena dampak bencana, Kementerian Dikdasmen memberikan tunjangan khusus bagi 16.467 guru dan tenaga kependidikan terdampak, dengan total anggaran Rp32,9 miliar. Tunjangan khusus ini diberikan kembali bertahap pada Januari dan Februari 2026.

“Ini musibah yang harus dihadapi dengan sabar, tawakal dan ikhtiar. Pembelajaran di sekolah terdampak bencana disesuaikan dengan kondisi tidak normal, dengan tetap berpegang pada tujuan meningkatkan dan menghadirkan pendidikan bermutu. Kita menerima musibah ini dengan melakukan intropeksi. Kita terus menerus mengupayakan musibah ini berlalu, sehingga kita dapat beraktivitas normal kembali,” harapnya.

Atip juga meminta agar musibah bencana yang terjadi tidak mengecilkan dan menjadikan kehilangan langkah dan semangat untuk terus melakukan pembelajaran sebagaimana mestinya.

“Kita harus bergandengan tangan saling menyemangati. Saling membantu. Keterbatasan dalam keadaan darurat, insya Allah tidak berlangsung lama. Jangan jadi alasan untuk tidak bergerak. Tetapi jadi modal lebih kreatif lagi. Kesusksesan yang sebenarnya dapat mengelola mengorganisasikan keterbatasan menjadi tantangan,” harapnya.

Sekretaris Komite SMAN 12 Padang, Hendri Parjiga mengatakan, banjir bandang yang terjadi 27 November 2025 lalu merendam seluruh lokal dan fasilitas sekolah. Termasuk juga musala hingga pustaka. Sementara, banjir susulan Jumat lalu, merendam tiga lokal dan pustaka sekolah.

“Banjir susulan Jumat lalu berlangsung cepat. Air lumpur datang setinggi paha, dari arah gerbang sekolah lalu menghilang sekejap di belakang sekolah yang dinding pagarnya sudah jebol. Setelah air hilang, tiba-tiba saja warga melaporkan kursi dan meja sekolah sudah hanyut di luar sekolah,” ungkap Hendri Parjiga.

Hadir pada kunjungan Wamen Dikdasmen pagi itu, Dirjen GTKPG Nunuk Suryani, Dirjen Diksi PKPLK Tatang Muttaqin, Direktur SMK, Arie Wibowo, Kepala BBPMP Sumbar, Muslihuddin, Kepala BGTK Sumbar, Sri Yulianti, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi.

Juga hadir, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2, Yulardi, Kepala SMAN 12 Padang, Ikhwansyah, Komite dan Pengawas SMAN 12 Padang serta Kepala SMAN lainnya di Sumbar.(fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |