Lahir dari Kegelisahan Petani, Alko Sumatra Kopi Kini Menjadi Eksportir Kopi Terbesar

3 hours ago 7

PADANG, METRO– Sektor komoditas kopi di Sumatera mampu menembus pasar internasional. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman 10 ton kopi ke Negara Oman melalui jalur udara oleh PT Koperasi Alam Koerintji (Alko Sumatra Kopi).

CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono mengungkapkan, kebutuhan kopi di dunia cukup besar. Indonesia menurutnya, berhasil memainkan perannya memenuhi kebutuhan kopi global.

Suryono mengungkapkan, tahun 2025 lalu, Indonesia memproduksi kopi mencapai 821 ribu ton. Pada bulan Oktober 2025 lalu, bahkan Indonesia merupakan negara yang memproduksi kopi terbesar nomor tiga di dunia. “Pada Desember 2025 sempat turun menjadi peringkat empat dunia,” ungkap Suryono, dalam bincang-bincangnya dengan awak media di Padang, Kamis, (30/4).

Suryono juga mengungkapkan, tidak hanya ekspor ke Oman, saat ini Alko Sumatra Kopi telah mengeskpor kopi ke 19 negara. Kopi yang diekspor kualitas premium. “Alko mengekspor kopi jenis arabika dan robusta spesialis kualitas premium. Kopi ini berada di berbagai provinsi di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, hingga ke daerah timur Indonesia,” katanya.

Bahkan, Alko Sumatra Kopi telah memiliki mitra dengan 21 brand terkenal di dunia. Seperti brand yang ada di Amerika Serikat, Italia, Arab Saudi, dan berbagai merek kopi lainnya.

Suryono berkeinginan ekspor kopi asal Indonesia melalui Alko Sumatra Kopi bisa mencapai 100 kontainer tahun 2026 ini. Karena selama ini, secara tonase, Alko Sumatra Kopi melakukan ekspor kopi sebesar 13 ribu ton rata-rata per tahun. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 100 ton kopi dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Diakuinya, secara tonase masih cukup sedikit yang berasal dari Sumbar, karena produksi kopi di Sumbar masih tergolong sedikit. “Kopi yang banyak kami ambil dari Jawa, dan kopi di sana sebagian besar kopi robusta. Kalau kopi arabika di Pulau Sumatera,” jelasnya.

Suryono optimis target ekspor 100 kontainer kopi pada tahun 2026 ini bisa terealisasi. Caranya, dengan terus berupaya memperluas pasar dengan cara membangun mitra ke berbagai negara. Alko Sumatra Kopi juga ikut berperan dalam produktivitas kopi. Di mana petani Indonesia ini turut tergabung ke dalam koperasi yakni Koperasi Alam Koerintji.

Kualitas kopi menjadi perhatian kami. Jadi petani kopi yang tergabung dalam koperasi yang kami bangun itu, telah mendapatkan cara menghasilkan kopi yang bagus,” sebutnya.

Kirim Kopi ke Oman Jalur Udara

Dengan keberhasilan pengiriman kopi ke Oman melalui jalur udara, mencerminkan semakin kuatnya posisi Timur Tengah sebagai pasar potensial bagi kopi Indonesia. “Pertumbuhan café, roastery, dan budaya konsumsi kopi berkualitas di Timur Tengah mendorong kebutuhan akan pasokan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat diandalkan dari dari sisi waktu distribusi,” terangnya.

Tidak dipungkirinya, pengiriman kopi ke Oman melalu jalur udara tersebut juga tidak terlepas dari penerapan sistem traceability berbasis digital melalui platform Qthink-X. Sistem ini memungkinkan setiap batch kopi yang dikirim dapat ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari asal kebun, identitas petani, proses produksi, hingga distribusi.

“Transparansi ini menjadi nilai tambah penting di pasar global yang semakin menuntut kejelasan asal-usul produk dan praktik keberlanjutan,” ucapnya.

Dia menyampaikan, langkah pengiriman kopi melalui jalur udara ini mencerminkan perubahan arah industri kopi Indonesia. Jika sebelumnya fokus utama berada pada volume dan harga, kini mulai bergeser ke aspek kecepatan, transparansi, dan nilai tambah produk.

“Pengiriman kopi melalui udara ini bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar global. Kemampuan memenuhi permintaan dalam waktu singkat dinilai dapat meningkatkan kepercayaan buyer sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” terangnya.

Lahir dari Kegelisahan Petani

Suryono mengisahkan, gerakan produksi kopi ini bermula dari kegelisahan petani yang kerap terjebak dalam ketidakpastian ekonomi “Kami berangkat dari kondisi di mana petani tidak memiliki kepastian. Dulu, saat musim cokelat habis, penghasilan pun hilang. Dari sana, kami menggagas koperasi yang berfungsi sebagai off-taker atau penampung hasil panen petani. Salah satunya kopi,” ungkap Suryono.

Koperasi Alam Koerintji itu dibentuk sejak 2014, koperasi ini sempat melewati masa sulit pada 2018 sebelum akhirnya solid dengan semangat kebersamaan. Kini, koperasi tersebut tidak hanya menjadi badan hukum dan lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi ekosistem besar yang menghidupkan komunitas petani. Jumlah anggotanya saat ini mencapai 41 ribu anggota.

Apa yang dilakukan Alko Sumatra Kopi ini menurut Pakar Pariwisata dan Penggiat Komunitas, Ridwan Tulus menjadi sejarah pertama di dunia untuk pengiriman (kopi) dalam skala besar melalui pesawat. “Saya sudah searching, baru ini pengiriman kopi dengan jumlah banyak pertama di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, langkah PT. Alko Sumatra Kopi, menegaskan bahwa kopi Sumatera khususnya Sumatera Barat memiliki nilai eksklusivitas dan kualitas yang layak mendapatkan penanganan logistik premium demi menjaga kesegaran dan cita rasanya hingga ke tangan konsumen di Timur Tengah.

Pasar kopi secara global masih kuat meski tengah terjadi geopolitik di Timur Tengah dan hal ini membuat salah satu eksportir kopi Sumatera membangun optimistis meningkatkan kinerja ekspor.(fan)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |