Momentum Arsenal Diuji, Liverpool Datang ke Emirates dengan Misi Bangkit

1 day ago 6

ARSENAL akan menghadapi ujian krusial saat menjamu Liverpool pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 pekan ke-21. Duel dua raksasa Premier League ini dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium, London, Jumat, 9 Januari 2026, dengan kick-off pukul 03.00 WIB.

Laga ini menjadi sorotan utama mengingat posisi kedua tim di papan klasemen serta tren performa yang tengah mereka jalani. Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. Di Premier League sendiri, pasukan Mikel Arteta me­nyapu lima laga terakhir dengan kemenangan, yang membuat mereka semakin nyaman di puncak klasemen dengan raihan 48 poin.

The Gunners kini unggul enam poin atas Man­chester City dan Aston Villa yang menempati posisi kedua dan ketiga dengan koleksi 42 poin. Jarak tersebut memberi Arsenal sedikit ruang bernapas, namun laga kontra Liverpool tetap menyimpan potensi teka­nan besar, terlebih mengi­ngat hasil pertemuan pertama musim ini.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa konsistensi timnya tidak datang dengan mudah. Ia menekankan pentingnya fokus dan energi di tengah jadwal padat yang harus dilalui anak asuhnya.

“Hal ini membutuhkan banyak energi, hasrat, dan fokus. Kami masih punya sembilan pertandingan di bulan Januari. Dengan semua yang sudah kami main­kan di musim ini, itu adalah tantangan besar,” ujar Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal.

Arsenal wajib waspada karena pada pertemuan sebelumnya di Anfield, mereka harus mengakui keunggulan Liverpool de­ngan skor tipis 0-1 lewat gol tendangan bebas Dominik Szoboszlai. Kekalahan di kandang sendiri bukan ha­nya dapat memangkas ja­rak poin di puncak klasemen, tetapi juga membuka peluang tekanan dari para pesaing terdekat.

Sementara itu, Liverpool datang ke London dengan catatan sembilan pertandingan tanpa ke­kalahan di semua ajang. Meski demikian, performa The Reds belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam dua laga terakhir liga, tim besutan Arne Slot hanya mampu bermain imbang saat menghadapi Fulham dan Leeds United.

Saat ini Liverpool berada di peringkat keempat klasemen dengan 34 poin, unggul tipis atas Chelsea dan Manchester United yang menguntit di posisi kelima dan keenam dengan 31 poin. Hasil positif di Emirates akan sangat berarti bagi Liverpool untuk me­ngamankan posisi di zona Liga Champions sekaligus menjaga asa memperta­hankan gelar Premier Lea­gue.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, menyebut laga melawan Arsenal sebagai tantangan besar, mengingat rekor kandang impresif yang dimiliki The Gunners musim ini.

“Kami semua tahu bahwa Arsenal belum pernah kalah di kandang sendiri musim ini. Jadi ini adalah tantangan yang bagus. Kami harus melihat hal-hal positif dan menerapkannya dalam tantangan selanjutnya yang menunggu kami,” kata Van Dijk, di­kutip dari laman resmi Li­verpool.

Dari sisi performa permainan, Arsenal menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu figur sentral kebangkitan mereka adalah Declan Rice. Gelandang Inggris itu kembali tampil impresif usai sempat diragukan akibat cedera lutut. Dalam laga terakhir, Rice bermain penuh selama 96 menit, mencetak dua gol, dan menjadi penggerak utama permainan.

“Declan Rice sempat kesulitan beberapa hari terakhir, tetapi dia terus memaksa diri untuk siap. Dia bermain 96 menit, men­cetak dua gol, dan menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan. Mentalitas seperti itulah yang kami butuhkan,” ungkap Arteta.

Secara statistik, Rice kini menjelma menjadi gelandang nomor delapan kelas dunia. Ia berada di jajaran teratas dalam catatan umpan progresif ke kotak penalti, penciptaan peluang, serta tetap solid da­lam aspek bertahan. Kon­­tri­businya menjadi pem­beda Arsenal dalam perburuan gelar musim ini.

Di kubu Liverpool, ma­salah cedera masih menjadi hambatan besar. The Reds terancam tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Mohamed Salah, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike. Ekitike, yang merupakan top skor Liverpool musim ini dengan 10 gol di semua kompetisi, diragukan tampil akibat cedera hamstring.

“Kami berharap itu ha­nya DOMS dan bisa memainkannya sebagai pemain pengganti, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan lebih dari itu. Kami tidak bisa mengambil risiko,” jelas Arne Slot.

Absennya para pemain depan memaksa Liverpool mengandalkan Cody Gakpo, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch untuk menggerakkan serangan. Selain faktor ce­dera, perhatian juga tertuju pada situasi bola mati. Statistik menunjukkan Li­verpool menjadi salah satu tim terburuk dalam berta­han dari set-piece dengan kebobolan 13 gol, semen­tara Arsenal justru paling produktif dari situasi tersebut dengan 12 gol non-pe­nalti.

Dengan performa, momentum, dan kepercayaan diri yang sedang berada di puncak, Arsenal berambisi membalas kekalahan di pertemuan pertama sekaligus mempertegas dominasi mereka di Liga Inggris musim ini. Namun, Liverpool tetap berpotensi menjadi batu sandungan berbahaya dalam persaingan ketat papan atas Premier League 2025/2026. (*/rom)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |